Perusakan dan pembakaran Polsek Ciracas oleh ratusan orang, Rabu (12/12) dini hari membuat heboh pemberitaan di tanah air. Massa yang datang sejak sekitar pukul 21.00-22.00 WIB merusak dan membakar fasilitas Polsek Ciracas.
Akibat peristiwa itu, Polsek Ciracas mengalami kerusakan parah. 16 mobil dinas polisi dan 1 mobil dinas Den Puspom Kodam Jaya rusak dan terbakar.
Usai perusakan dan pembakaran, kondisi Polsek Ciracas langsung tertutup untuk umum. Sekeliling Polsek Ciracas ditutup dengan menggunakan papan. Garis polisi pun terpasang mengelilingi pagar Polsek Ciracas.
Di gerbang depan, terpampang spanduk salam komando Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian. Di bagian paling atas spanduk berwarna merah berukuran sekitar 1x3 meter itu terdapat lambang TNI dan Polri berdampingan.
Di bawahnya terdapat kalimat "TNI-Polri Siap Mensukseskan dan Mengamankan Asian Para Games 2018". Di sisi kiri spanduk, terpampang foto Panglima TNI dan Kapolri tengah melakukan salam komando.
Polsek ciracas dipasang garis polisi ©Liputan6.com/Ady Anugrahadi
Spanduk itu terpampang jelas di depan gerbang Polsek Ciracas yang kini sudah ditutupi papan dan dipasang garis polisi.
Salah seorang personel polisi yang berada di lokasi mengatakan spanduk tersebut sudah terpasang sejak lama. Menurutnya, spanduk tersebut dipasang saat pelaksanaan Asian Para Games 2018.
"Ini sudah lama dipasangnya," kata petugas polisi tersebut.
Perusakan dan pembakaran Polsek Ciracas tersebut diduga terkait pengeroyokan sejumlah juru parkir terhadap dua anggota TNI yakni anggota TNI AL bernama Kapten Komarudin dan anggota TNI AD, Pratu Rivonanda di kawasan Pertokoan Arundina, Ciracas, Senin (10/12) lalu.
Massa yang datang ke Polsek Ciracas datang buat menanyakan kasus pengeroyokan kepada dua anggota TNI tersebut. Mereka meminta polisi segera menangkap para pelaku.
Massa sempat ditemui oleh Kapolsek Ciracas Kompol Agus Widartono dan Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Yoyon Tony Surya Putra. Mereka juga sempat menggelar pertemuan di ruang kerja Kapolsek.
Namun, situasi tak terkendali, Rabu dini hari. Massa yang sempat meninggalkan lokasi menuju Pasar Rebu, justru kembali ke Polsek Ciracas. Akibatnya, Jalan Raya Bogor di depan Polsek Ciracas ditutup karena tak bisa dilalui kendaraan.
Massa kemudian bertindak anarkis merusak dan membakar fasilitas Polsek Ciracas dan kendaraan yang ada di sekitarnya. Situasi pun makin tidak terkendali. Akibatnya, sejumlah bangunan Polsek Ciracas rusak dan terbakar. Begitu juga dengan kendaraan dinas.
Pangdam Mayjen TNI Joni Supriyantodan dan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz kemudian mendatangi lokasi. Menurut Kapolda massa datang karena tak puas dengan penanganan kasus pengeroyokan beberapa waktu lalu.
Polisi Militer (POM) TNI AD turut menyelidiki dugaan keterlibatan anggotanya dalam kasus perusakan dan pembakaran Polsek Ciracas ini.
"Pom TNI AD dan Polda Metro tengah mengusut kasus pembakaran Mapolsek Ciracas apakah ada keterlibatan oknum TNI AD," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya/Jayakarta Kolonel Inf Kristomei Sianturi ketika dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.