Musim penghujan selalu identik dengan banjir. Namun tidak di Surabaya. Di Kota Pahlawan ini, kini sedang musimnya bunga 'Sakura' dari pohon tabebuya yang tumbuh di sepanjang jalan.
Para pengguna jalan pun kini dimanjakan dengan pemandangan warna-warni bunga dari pohon yang bernama latin Chrysotricha ini. Ya, tanaman asal Negara Brasil ini kini tengah berbunga seiring dengan musim hujan yang datang.
Bunga dari pohon tabebuya sebenarnya ada berbagai jenis warnanya. Ada kuning, pink, orange, magenta, putih maupun merah.
Jika sedang berbunga seperti saat ini di Surabaya, maka keindahan pohon tabebuya baru terlihat. Bahkan, guguran bunganya pun menambahkan warna yang menarik di jalan.
"Suasana romantis layaknya di Jepang yang punya bunga sakura," ujar Elysia Dewi Aisyah, mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya kepada merdeka.com, Kamis (29/11).
Ais, panggilan akrab Elysia Dewi Aisyah, mengaku sangat senang dengan suasana Kota Surabaya saat ini. Bunga pohon tabebuya yang ada di sepanjang ruas jalan di Surabaya kini tengah mekar.
Keberadaan pohon tabebuya di Surabaya ini, mau tak mau diakui memang tak lepas dari peran serta dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini memang sudah lama dikenal cukup getol melakukan penghijauan di kota metropolitan ini.
Kota Surabaya yang dulunya dikenal sebagai kota besar dengan cuaca panas, kini telah sirna. Sejak menjabat pertama kali menjadi wali kota, Risma sudah menggalakkan penanaman ribuan pohon dan tanaman di taman sejak ia menjabat sebagai kepala dinas.
Kiprahnya sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan dulu, sudah dikenal dengan gerakannya mempercantik taman-taman yang ada di Surabaya. Tangan dinginnya juga tak segan menggusur berbagai bangunan yang berada di jalur hijau untuk dijadikan taman.
Kini di Surabaya, warga yang melintasi jalan protokol akan dapat menikmati salah satu maha karya dari Wali Kota Tri Rismaharini ini. Tidak hanya bunga dari pohon tabebuya, berbagai jenis tanaman anggrek yang sengaja ditempelkan di pohon besar dan berbagai sudut bangunan di jalan pun juga terlihat mekar. Cantik dan menarik.
Pemkot Surabaya Tawarkan Pohon Tabebuya Gratis
Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau dan PJU Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya, Hendri Setianto mengatakan, pohon tabebuya yang tersebar di berbagai jalan protokol di Surabaya ada sekitar 2.500 pohon lebih.
Untuk menambah kecantikan Kota Surabaya, Pemkot pun menawarkan pohon ini untuk ditanam secara gratis pada warga Surabaya. Namun, pengajuan kepemilikan pohon tersebut tidak bisa diperoleh secara individu.
Pemkot memiliki syarat bagi warga untuk dapat memiliki pohon tersebut. Di antaranya adalah mengajukan surat permohonan pada Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya. Permohonan itu pun harus dilakukan oleh perangkat RT atau RW maupun institusi seperti sekolah.
"Harus ajukan permohonan melalui RT atau RW. Kita tidak bisa melayani perseorangan," ujarnya.
Ia menambahkan, kini pihaknya tengah melakukan pembibitan terhadap tanaman Tabebuya ini. Total ada sekitar 500 bibit Tabebuya yang dibudidayakan di Kebun Bibit Wonorejo Jalan Kendalsari Blok RK No 70 Surabaya.
Pohon tabebuya baru akan ditanam setelah memiliki diameter batang sekitar 8 cm. "Karena ini tanaman tropis, jadi perawatannya mudah," tambahnya.