Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri KTT ke-33 di Singapura. Pada kesempatan itu, Jokowi mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison di Suntec Convention Centre, Singapura.
Pertemuan membahas sejumlah kerjasama antar kedua negara. Jokowi yang didampingi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta Australia membantu perdamaian Palestina-Israel terwujud.
Menlu Retno Marsudi menjelaskan, isu Palestina-Israel diangkat saat keduanya membahas soal peningkatan kerja sama mengenai dialog antarumat beragama untuk mendorong hubungan kedua negara ke arah yang lebih baik.
Dalam hal ini, Indonesia dijadikan sebagai sebuah percontohan mengenai kerukunan di tengah keragaman yang dimiliki Indonesia.
"Keduanya juga membahas soal 'interfaith dialogue' di mana Indonesia dinilai sebagai contoh bagi kemajemukan," tutur Retno.
Selain itu, pihak Indonesia kembali menegaskan posisinya terutama mengenai upaya menciptakan perdamaian Palestina-Israel berdasarkan prinsip 'two-state solution'.
Retno menegaskan, Indonesia memandang bahwa solusi dua negara (two-state solution) merupakan cara yang tepat untuk menyelesaikan konflik secara adil.
"Presiden Republik Indonesia kembali menyampaikan posisi Indonesia dan mengharapkan Australia dapat membantu mewujudkan perdamaian Palestina dan Israel berdasarkan 'two state solution'," ujarnya.
Selain itu penanggulangan terorisme juga ikut dibahas.
"Indonesia dan Australia dalam pertemuan bilateral tadi membahas kemajuan kerja sama yang dilakukan sejak bulan Agustus lalu. Termasuk di antaranya ialah penyelenggaraan 'subregional meeting on counter terrorism' yang diselenggarakan di Jakarta pada 6 November 2018 lalu," ujar Retno selepas pertemuan.
Dalam pertemuan, PM Australia juga menyampaikan kembali dukungan Australia terhadap pengembangan konsep kerja sama Indo-Pasifik, yang diprakarsai Indonesia, dengan mengedepankan sentralitas ASEAN.
"Indonesia menyampaikan penghargaan atas dukungan Australia terhadap pengembangan Indo-Pasifik yang mengedepankan sentralitas ASEAN," katanya. Dikutip dari Antara.