Mantan kiper Timnas Indonesia, Ferry Rotinsulu ternyata menjadi korban gempa di Donggala, Sulawesi Tengah. Legendaris klub sepakbola kebanggaan Sriwijaya FC itu menceritakan ketika musibah itu terjadi.
Ferry berada di kampungnya, Desa Salombone, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, Sulteng. Dia berencana menggelar yasinan dalam rangka memperingati tujuh hari kepergian ibunya.
"Ibu saya baru meninggal seminggu sebelum gempa, kebetulan saya lagi di kampung," ungkap Ferry, Rabu (10/10).
Saat gempa mengguncang, Ferry sedang mandi di kamar mandi. Dia hanya pasrah lantaran pintu tak bisa dibuka karena mendadak rusak.
"Dengan sekuat tenaga, saya buka pintu kamar mandi dan keluar rumah," ujarnya.
Begitu keluar, dia melihat rumah-rumah warga di kampungnya sudah porak-poranda. Tak lama kemudian, rumah ibunya turut ambruk akibat gempa berkekuatan 7,7 SR itu. Beruntung, kampungnya tidak dihantam tsunami karena dikelilingi perbukitan.
"Sampai sekarang saya masih trauma karena merasakan langsung dahsyatnya gempa itu. Kampung saya hancur, rumah-rumah sudah rata dengan tanah," kata dia.
Selain rumah ibunya dan tetangga, Ferry juga kehilangan tantenya yang belum ditemukan hingga saat ini. Kebetulan, keluarganya itu tinggal di kampung lain yang terkena tsunami.
"Untuk di kampung saya tidak begitu banyak korban meninggal, tapi mereka kehilangan rumahnya," kata Ferry.
Atas dasar itulah, Ferry memutuskan melelang jersey kesayangannya sewaktu menjadi kiper Sriwijaya FC sepuluh musim. Hasilnya akan diserahkan sepenuhnya kepada korban gempa di kampungnya.
"Cuma itu yang bisa berikan, saya prihatin atas musibah ini," terangnya.
Rencana Ferry disambut manajemen Sriwijaya FC. Manajemen langsung membeli jersey berwarna hijau itu dalam sebuah acara sederhana yang digelar di kafe SFC.
"Ferry tak bisa dilepaskan dari Sriwijaya FC, kami ada ikatan batin. Kami beli jerseynya untuk membantu keluarganya di kampung," kata Sekretaris PT SOM Faisal Musyid.
Menurutnya, ada enam jersey Ferry yang dilelang dan baru terjual empat lembar. Sisanya akan dilelang pada kegiatan amal beberapa hari lagi.
"Tinggal dua jersey lagi, siapapun bisa membelinya pada acara amal Minggu nanti," pungkasnya.