Enam korban ditemukan di Palu, tiga kondisi tidak utuh

Octavianto merinci, sementara teridentifikasi, keenam jenazah korban itu masing-masing terdiri satu keluarga suami, istri dan balita 3 tahun, yang diketahui bernama Abdullah Rafi.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Enam korban ditemukan di Palu, tiga kondisi tidak utuh
Proses evakuasi korban di Balaroa. ©2018 handout/Basarnas

Tim SAR gabungan kembali mengevakuasi 6 korban gempa dan tsunami di Balaroa, kota Palu. Tiga diantaranya, belum teridentifikasi karena jasad tak utuh lagi.

Operasi SAR ke-11 hari ini, kembali dibantu penggunaan alat berat ekskavator untuk melakukan penyisiran sekaligus menyisihkan puing bangunan yang ambruk pascabencana pada Jumat (28/9) sore lalu. Beberapa diantaranya, diperkirakan terdapat korban yang tertimpa bangunan.

"Di lokasi perumnas Balaroa hari ini, kembali ditemukan 6 orang korban," kata Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Balikpapan, Octavianto, Senin (8/10).

Octavianto merinci, sementara teridentifikasi, keenam jenazah korban itu masing-masing terdiri satu keluarga suami, istri dan balita 3 tahun, yang diketahui bernama Abdullah Rafi.

"Sedangkan 3 korban lainnya, belum teridentifikasi, karena dalam keadaan tidak utuh," ujar Dansru Basarnas Balikpapan, Iwan Setiawan Abbas.

Sementara dalam keterangan terpisah, tim relawan dan BPBD Kota Bontang juga terus melakukan pendampingan psikologi, bagi korban gempa, seperti ibu dan anak-anak.

"Ada keterlibatan 2 dokter spesialis bedah dari Bontang, menangani korban," kata Kepala BPBD Kota Bontang, Ahmad Yani.

"Di posko pengungsi Dinas Sosial kota Palu, juga dilakukan kegiatan trauma healing, kepada anak-anak pengungsi. Salah satu tim relawan asal Bontang, juga menjadi instrukturnya," tutup Yani.

Rekomendasi