Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo angkat bicara mengenai belum ditetapkannya status bencana nasional Gempa Lombok, NTB. Dia menilai status bencana nasional belum ditetapkan karena pemerintah khawatir dapat mengganggu sektor pariwisata.
"Jadi kenapa pemerintah terlihat belum juga menyatakan bahwa Lombok merupakan bencana nasional, sebenarnya dapat dipahami karena keputusan itu tentu akan memengaruhi kunjungan pariwisata," kata Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/8).
Meski begitu, pria yang akrab disapa Bamsoet ini berharap pemerintah segera menetapkan gempa bumi di Lombok sebagai bencana nasional. DPR, kata dia, juga akan mendukung penuh upaya pemerintah apabila bencana tersebut sudah ditetapkan menjadi bencana nasional.
"Memang faktanya berulang-ulang gempa itu terjadi di lombok dan makin lama makin banyak memakan korban," ujarnya.
Di tempat yang sama, hal yang berbeda justru diungkapkan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Bagi Hidayat status bencana nasional di Lombok tak berpengaruh ke sektor pariwisata.
"Sangat tidak pantas dong masa hanya untuk kepentingan pariwisata kemudian ribuan korban terluka ratusan korban yang meninggal kemudian puluhan ribu rumah yang rusak dan kemudian kondisi psikologis jutaan masyarakat bisa terganggu kemudian hanya dikorbankan untuk kepentingan pariwisata yang dalam tanda kutip itu kepentingan asing malah," kata Hidayat.
"Kawasan pariwisata di daerah Senggigi dan ini (gempa) adalah tempat yang lain," sambungnya.
Menurutnya dengan ditetapkannya sebagai bencana nasional justru bisa menambah rasa simpati turis asing. Ia menilai turis asing yang akan berwisata ke Lombok bisa saja membawa bantuan untuk para korban gempa.
"Mereka (turis asing) melihat Indonesia betul-betul aman, damai, hidup rukun sehingga terjadilah sebuah empati yang begitu luat biasa, mungkin mereka malah semakin jatuh cinta dengan Indonesia sekaligus membawa bantuan untuk warga terdampak gempa di Lombok," ucapnya.