Polres Tangerang Selatan melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap dua sekolah SMK diduga terlibat aksi tawuran di Jalan Puspiptek, kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Selasa (31/7) kemarin. Seorang siswa SMK bernama Ahmad Fauzan (18), mengalami luka di wajah tertusuk pedang dalam insiden itu.
Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan mengatakan, pemeriksaan ke sekolah-sekolah ini untuk mencari terduga pelaku terlibat dalam aksi tawuran tersebut. Dan mencegah adanya upaya tawuran susulan.
"Kami dalam rangka mengidentifikasi pelaku salah satunya adalah sekolah ini," kata Ferdy Irawan di SMK Bhineka Putera Mandiri (Bhipuri), Rabu (1/8).
Polisi sudah mengantongi sejumlah nama diduga penusuk Ahmad Fauzan dalam tawuran tersebut. Identitas itu diperoleh setelah polisi meminta keterangan beberapa saksi di SMK Bhipuri.
"Kami periksa 5 sampai 6 orang untuk memperoleh keterangan, apakah mereka ini ada yang kenal dengan terduga pelaku. Dari keterangan tadi sudah ada beberapa nama kami kantongi dan ini masih kami dalami," ujar dia.
Terpantau, SMK Bhipuri yang berada di kelurahan Cilenggang, Serpong, Tangerang Selatan, itu tak seluruh siswanya hadir bersekolah. 50 persen lebih memilih tak masuk lantaran dihantui rasa takut dan cemas akan adanya upaya balasan dari sekolah lain.
Sebelumnya, tawuran antar sekolah pecah antara SMK Sasmita Jaya Pamulang dengan SMK Bhipuri Serpong, di Jalan Raya Puspiptek, Kota Tangerang Selatan, Selasa (31/7) kemarin. Seorang siswa SMK Sasmita Jaya Pamulang, Ahmad Fauzan (18), kritis setelah wajah kirinya ditusuk senjata tajam oleh lawannya.
Warga Pedurenan, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, itu tengah menjalani operasi pencabutan senjata tajam dari wajahnya di RSCM. Hingga kini kepolisian masih menyelidiki tawuran tersebut.