Anggota polisi bernama Aiptu Al Munir mendapatkan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa dari Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Penghargaan ini diberikan karena kesigapan dan keberanian Al Munir melumpuhkan pelaku penyerangan jemaat Gereja Santa Lidwina di Bedog, Sleman, Februari lalu.
Upacara pemberian kenaikan pangkat luar biasa kepada Al Munir ini dipimpin Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri di lapangan Mapolda DIY, Senin (9/7). Kenaikan pangkat membuat Al Munir yang sebelumnya menyandang pangkat Aiptu naik satu tingkat lebih tinggi menjadi Inspektur Dua (Ipda).
Kapolda DIY, Ahmad Dofiri mengatakan bahwa dia bangga atas apa yang diraih oleh Al Munir. Kenaikan pangkat luar biasa dan penghargaan pada Al Munir dianggap Dofiri sebagai penghargaan pula kepada semua personel Polda DIY, atas penanganan peristiwa penyerangan terhadap Gereja St. Lidwina, Bedog, Sleman.
"Kesigapan saudara Al Munir pada waktu itu betul-betul menunjukkan dedikasi dan loyalitas bagi seorang sosok anggota Polri atau Bhayangkara. Marwah kita dipertaruhkan kalau seandainya kejadian itu tidak ada sosok kehadiran saudara Al Munir yang dengan tanggap dan penuh tanggung jawab tentunya (kejadian itu) lain ceritanya," ujar Dofiri.
Dofiri menuturkan keberanian sosok Al Munir dalam melumpuhkan penyerang Gereja St. Lidwina. Berkat keberanian Al Munir itu, pelaku penyerangan bisa dilumpuhkan.
"Saudara Al Munir sudah menunjukkan bagaimana dengan kesigapannya, dia langsung datang ke TKP. Dia juga punya hati nurani karena apa yang dilakukan adalah bukan mematikan tetapi melumpuhkan. Sebagai anggota polisi bukan memerangi orangnya tetapi yang diperangi adalah mindset kejahatannya," tegas Dofiri.
Dofiri berpesan agar para jajarannya bisa mengenang apa yang disampaikan oleh seorang pengamat kepolisian yang bernama Prof. Dr. Sucipto.
"Kembali saya ingatkan apa yang disampaikan oleh seorang pengamat kepolisian yang fenomenal pada zamannya yaitu mendiang Prof. Dr. Sucipto yaitu untuk menjadi anggota polisi dibutuhkan rumus O2H. Otak, otot dan hati nurani. Itu harus didedikasikan untuk melaksanakan tugas-tugasnya ke depan," tutup jenderal bintang satu ini.