Kapolri sebut penembakan pesawat di Bandara Kenyam ditunggangi kepentingan politik

Kapolri sebut penembakan pesawat di Bandara Kenyam ditunggangi kepentingan politik. Tito mengatakan, terdapat kecenderungan kelompok tertentu memanfaatkan KKB ini melakukan kekacauan untuk kepentingan politik. Dalam situasi yang kacau, kelompok tersebut akan mengintimidasi warga agar memilih kandidat di Pilkada.

Muhammad Genantan Saputra
Kapolri sebut penembakan pesawat di Bandara Kenyam ditunggangi kepentingan politik
Ilustrasi Penembakan. ©2015 Merdeka.com

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menduga penembakan dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap pesawat Trigana mengangkut anggota Brimob di Kabupaten Nduga, Papua, ditunggangi kepentingan politik. Menurut Tito, teror ini bukan kali pertama terjadi dan dilakukan berdekatan dengan momentum pemungutan suara Pilkada Serentak 2018.

"Dulu ada kelompok di sini pernah menyandera orang dalam peristiwa Mapenduma. Jadi kelompok-kelompok bersenjata ini sering kali dimanfaatkan atau juga ikut memanfaatkan situasi Pilkada," ujar Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (25/6).

Tito mengatakan, terdapat kecenderungan kelompok tertentu memanfaatkan KKB ini melakukan kekacauan untuk kepentingan politik. Dalam situasi yang kacau, kelompok tersebut akan mengintimidasi warga agar memilih kandidat tertentu di Pilkada.

Untuk itu, Tito menyebut telah mengirimkan pasukan ke lokasi. Sebab, mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini menginginkan Pilkada Serentak berlajan lancar.

"Tapi kita enggak akan mundur, kita akan tetap kirim pasukan. Kalau kurang kita tambah lagi. Kita enggak boleh kalah oleh kelompok-kelompok itu dalam rangka menjamin proses demokrasi berjalan tanpa intimidasi," ujar dia.

Tito yang pernah menjabat sebagai Kapolda Papua cukup paham terhadap karakteristik KKB di wilayah tersebut. Saat itu, pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Puncak bahkan sempat tertunda hingga empat tahun akibat kekacauan yang diciptakan oleh KKB.

Namun Tito belum bisa memastikan siapa dalang atau aktor politik di balik penyerangan tersebut. Apalagi aparat gabungan masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku penembakan.

"Jadi peristiwa ini kita duga adalah kelompok bersenjata yang dimanfaatkan untuk permainan politik," pungkasnya.

Reporter: Nafiysul Qodar

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi