Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota meningkatkan kewaspadan menjelang berlangsungnya pemilihan kepala daerah serentak di wilayah setempat. Paling diwaspadai adalah serangan aksi teroris usai vonis terdakwa teroris Aman Abdurahman.
"Siapa tahu dia (kelompok Aman) dendam sama polisi lalu akan menjadikan polisi target," kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto di Bekasi, Senin (25/6).
Di Bekasi ada dua agenda pemilihan sekaligus. Yakni pemilihan wali kota dan wakil wali kota, kedua adalah pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat. Adapun waktu pencoblosannya bersamaan.
"Kita full team, semua turun ke lapangan jadi setiap saat harus terus meningkatan kewaspadaan," kata dia.
Indarto mengatakan, sebanyak 1.700 polisi diterjunkan untuk melakukan pengamanan selama pencobloosan. Menurut dia, pasukan itu disebar ke seluruh titik mulai dari TPS, tempat tinggal pasangan calon, hingga di kantor KPU maupun Panwaslu.
"Kita akan gelar pasukan yang banyak di luar terpencar untuk pengaman Pilkada," ujar Indarto.
Seperti diketahui, bahwa Aman Abdurrahman divonis mati oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri, Jakarta Selatan dalam sidang putusan pada Jumat, pekan lalu. Vonis itu sesuai dengan tuntutan jaksa.
Pimpinan JAD ini dianggap terbukti menggerakkan serangkaian aksi teror di beberapa daerah seperti teror bom Gereja Oikumene di Samarinda pada 13 November 2016, teror bom Thamrin Jakarta Januari 2016, bom Kampung Melayu pada 24 Mei 2017, penusukan polisi di Sumatera utara pada 25 Juni 2017, serta penembakan polisi di Bima pada 11 September 2017.
Selain itu, Aman juga menginisiasi terbentuknya Jamaah Ansharut Daulah (JAD), yang berafiliasi dengan ISIS. Organisasi ini mendukung daulah Islamiyah, lalu mempersiapkan berbagai kegiatan amaliah jihad.