Tamasya dan mandi di sungai Kampar, Annisa tewas tenggelam

"Korban terbawa arus sungai dan tak bisa berenang. Orang tua korban sempat berteriak meminta pertolongan warga, namun arus sungai sedang deras," ujar Dedi, Senin (18/6) pagi.

Abdullah Sani
Oleh Abdullah Sani - Reporter
Tamasya dan mandi di sungai Kampar, Annisa tewas tenggelam
ilustrasi orang tenggelam. ©2016 Merdeka.com

Nasih nahas menimpa anak perempuan bernama Annisa Andini (8). Dia meninggal dunia terbawa arus Sungai Kampar, di Desa Teratak Buluh, Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Riau.

Kapolsek Siak Hulu Kompol Dedi Suryadi mengatakan, saat itu korban sedang tamasya menikmati libur lebaran bersama keluarganya di lokasi kejadian.

"Korban terbawa arus sungai dan tak bisa berenang. Orang tua korban sempat berteriak meminta pertolongan warga, namun arus sungai sedang deras," ujar Dedi, Senin (18/6) pagi.

Dedi menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (16/6) sore ketika ayah korban, Fahruddin dan istrinya mengajak istri dan tiga anaknya yang masih kecil-kecil Annisa, Sinta (5) dan Putra (1). Mereka bertamasya dan mandi ke sungai tersebut.

Saat sedang asyik mandi, tiba-tiba posisi Annisa dan Sinta ke tengah sungai lalu terbawa arus. Melihat hal tersebut, Fachruddin berteriak meminta pertolongan warga sekitar, sambil memegangi anaknya yang lain.

Mendengar jeritan tersebur, warga sekitar dan anggota polisi dari Bhabinkamtibas Teratak Buluh Birgadir David Gusmanto yang berada tak jauh dari lokasi langsung berupaya membantu.

Akhirnya Brigadir David dan warga sekitar menyelamatkan kedua korban lalu membawanya ke tepian. Kedua anak itu diberi pertolongan pertama. Sinta berhasil selamat, namun Anisa sudah tak bernafas lagi.

"Lalu warga mebawa kakak beradik itu ke rumah sakit terdekat untuk diberi bantuan medis," kata Dedi.

Rekomendasi