Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengutuk tindakan brutal tentara Israel yang menembak seorang paramedis Palestina Razan Al Najjar. Tembakan melalui sniper tentara Israel itu menewaskan Razan Alnajjar (21), Jumat (1/6) lalu.
"Penembakan terhadap Razan Al Najjar seorang paramedis Palestina yang sedang melaksanakan tugasnya merupakan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan tentara Israel," kata Juru Bicara PSI, Dara A. Kesuma Nasution, Senin (4/6).
Razan Al Najjar merupakan relawan paramedis yang bergabung dengan Organisasi Pertolongan Kedokteran Palestina (Jam'iyyah Ighatsah al-Thibbiyah al-Filisthiniyah) ditembak saat menolong para demonstran yang terluka di Khan Younis, Gaza Selatan. Saat ditembak, Razan Al Najjar masih memakai seragam yang menandakan dirinya seorang paramedis yang harusnya dilindungi.
"Melalui Konvensi Jenewa tahun 1949 dalam kondisi perang sekalipun, paramedis harus dilindungi saat menjalankan tugasnya, apalagi yang terjadi di Gaza bukan perang, tapi demonstrasi rakyat Palestina terhadap penjajah Israel," jelas perempuan yang juga merupakan caleg PSI dapil Sumut III itu.
Dia menilai dalam kasus ini ada indikasi kesengajaan dari tentara Israel yang sudah mengincar Raza. Sebab gadis cantik itu menjadi ikon perlawanan rakyat Palestina terhadap Israel setelah wawancaranya dengan New York Times tersebar bahwa dia bekerja 13 jam sehari untuk membantu para demonstran yang terluka.
"Sebagai perempuan, Razan Al Najjar telah menunjukkan keberanian dan dedikasi yang luar biasa. Ia menjadi ikon solidaritas kemanusiaan internasional yang terus mengirim pesan ke dunia agar penjajahan Israel atas tanah Palestina dihentikan," tutur Dara.