Operasi yustisi di Samarinda, sejoli tepergok kumpul kebo

Penghuni rumah itu, Duan (40) dan Riya (30), tidak punya surat nikah. Keduanya diperingatkan, agar mengurus surat nikah. Apabila tidak dindahkan, keduanya bakal diusir dari rumah yang selama ini ditempati.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Operasi yustisi di Samarinda, sejoli tepergok kumpul kebo
Sejoli di Samarinda tepergok kumpul kebo. ©2018 Merdeka.com

Sejoli Duan (40) dan Riya (30), yang tinggal di Jalan Gatot Subroto, Gang 1, Samarinda, Kalimantan Timur, terjaring operasi yustisi Pemkot Samarinda, Senin (28/5) pagi. Keduanya diduga kumpul kebo karena tidak memiliki surat nikah.

Operasi yustisi digelar kantor kelurahan Pelita, bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa, serta Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM), menyusul laporan banyaknya warga pendatang tidak tertib administrasi.

Tim menyasar sejumlah permukiman. Diawali di kawasan Jalan Gatot Subroto di RT 43, diduga jadi tempat warga tinggal serumah tanpa surat nikah. Benar saja, ditemukan sejoli panik ketika rumah kontrakannya digedor petugas.

Penghuni rumah itu, Duan (40) dan Riya (30), tidak punya surat nikah. Keduanya diperingatkan, agar mengurus surat nikah. Apabila tidak dindahkan, keduanya bakal diusir dari rumah yang selama ini ditempati.

"Kita minta seminggu. Kalau tidak, kita minta mereka ini untuk pindah dari sini," kata Lurah Pelita Sukarmin, kepada wartawan, Senin (28/5).

Masih di kawasan Jalan Gatot Subroto, tim menemukan kelompok pengamen. Beberapa diantaranya, sempat kabur melihat petugas. Satu orang diantaranya, berhasil didapat, adalah Yanto Seran (23), warga pendatang asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Seran, yang kesehariannya mengamen dan tidak punya tempat tinggal tetap di Samarinda itu diduga usai nyabu. Lantaran saat tepergok, dia beralasan ingin buang air kecil.

"Kita curiga, kita geledah. Kita temukan alat sabu cair dan dia baru saja pakai (nyabu). Dia kita serahkan ke Polsek (Samarinda Kota)," ungkap Sukarmin.

Menurut Sukarmin, kegiatan yang dilakukan Pemkot, sebagai tindaklanjut dari edaran Wali Kota tentang Pendataan Kependudukan.

"Kita antisipasi penduduk yang tidak beridentitas. Ya itu tadi, kita temukan sepasang warga yang tidak punya akta nikah," terang Sukarmin.

Sukarmin memastikan, operasi akan terus digelar. Termasuk rumah indekos yang menjamur di kawasan Pelita. "Ini akan kita gelar rutin. Baik terjadwal dan tidak terjadwal atau dadakan," ucap Sukarmin.

Rekomendasi