Motor milik Djunadi, ayah Mahesa Junaidi (13) bocah yang meninggal saat pembagian sembako di Monas hilang ketika mencari keberadaan Mahesa sebelum mengetahui sang buah hati meninggal dunia. Motornya hilang saat dia parkir di sekitaran Gambir, Jakarta Pusat.
Djunaidi kehilangan motor saat diajak masuk ke posko orang hilang. Motornya pun di parkir di kawasan pintu Gambir. Setelah keluar, motornya raib. Meski demikian, dia tak peduli yang penting bertemu si buah hati.
"Kendaraan sudah tidak ada saya cari ke parkiran saya keliling parkir mungkin ada yang geser saya tanya petugas itu sudah ganti piket dia bilang enggak tau, ya sudah saya pikir udah ilang lah yang penting anak saya ketemu," kata Djunadi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (5/5).
Namun, Djunaidi masih menunggu bersama istri dan keponakannya di bilangan Monas sekitaran Gambir untuk mencari keberadaan Mahesa. Djunaidi tak menyerah menanyakan ke petugas bahwa anaknya hilang. Beberapa lama kemudian, petugas bertanya ke Djunaidi.
"Sekitar jam 9 lebih dia kasih kabar saya, pak bapak masih di Monas? saya bilang masih. Sabar pak ya tunggu situ nanti saya jemput, tadi ada petugas Satpol PP dia bilang menemukan anak, dengan ciri ciri besar, rambut keriting. Yaudah saya tunggu, setengah 10-an lah saya dijemput dibawa ke Tarakan lah saya, dibawa ke rumah sakit Tarakan di sana sudah ramai, petugas rumah sakit di sana menghampiri saya, saya sama istri saya dijemput ke rumah sakit, menghampiri saya," paparnya.
Kini motor Djunaidi sudah ditemukan oleh petugas kepolisian. Dia berterima kasih dan tidak melanjutkan kejadian ini ke ranah hukum.
"Saya terima kasih polisi sudah respect untuk masalah anak saya, saya di sana saya hilang kendaraan juga saat mencari anak saya dan juga polisi telah menemukan ini buktinya (nunjukkin BPKP) sudah satu minggu sampe dengan hari ini," tandasnya.