Haisal (19), warga Muara Badak, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, tersangka pembunuh sadis Lusiana (35) dan anaknya, Naufal (6), mendekam di penjara. Belakangan diketahui, motifnya untuk mencuri di rumah korban, lantaran terdesak keperluan uang buat bayar sekolah.
"Benar, ya itu dari pengakuannya karena buat bayar uang sekolah," kata Kapolsek Muara Badak Iptu Yusuf, dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (3/5).
Kasus itu jadi perbincangan hangat warga tidak hanya di Muara Badak, melainkan juga warga di luar Muara Badak. Sadisnya pembunuhan yang dilakukan Haisal, tidak mencerminkan dia sebagai pelajar salah satu SMK di Muara Badak.
Haisal memang tinggal bertetangga bersama dengan korban yang bekerja sebagai karyawati bank itu. Korban Lusiana tinggal berdua dengan anaknya, lantaran sang suami, sedang sekolah di Medan, Sumatera Utara.
"Padahal, pelaku ini selain bertetangga, juga tinggal bersama orangtuanya. Orangtuanya ada kok," ujar Yusuf menegaskan.
Barang bukti senjata tajam berupa pisau, kabel seterika dan pakaian korban, jadi saksi bisu perbuatan sadis Haisal menghabisi nyawa Lusiana dan anaknya, lantaran tepergok menyelinap masuk hendak mencuri di rumah Lusiana. "Tidak ada barang bukti tambahan yang kita sita. Masih itu ya," sebut Yusuf.
Haisal kini dipenjara di sel tahanan Polres Bontang. Meski wilayah kejadian berada di Kutai Kartanegara, namun memang Polsek Muara Badak, berada di bawah Polres Bontang.
"Iya dia ditahan di Polres Bontang. Pasalnya masih 365 KUHP pencurian dengan kekerasan junto 338 tentang pembunuhan," tutup Yusuf.
Diketahui, Lusiana dan anaknya, ditemukan bersimbah darah di belakang rumahnya, di semak dan parit, Selasa (1/5) pagi. Dia diduga tewas dibunuh. Penyelidikan berbuah hasil, dan menangkap Haisal, tetangga Lusiana. Sebelum membunuh, Haisal mengaku tepergok korban, setelah menyelinap masuk melalui plafon kamar mandi.