Usai polisikan Ketua FUI, Ibunda Rizki histeris panggil anaknya

Pantauan merdeka.com, Komariyah pingsan saat kuasa hukum Muhammad Fayyad memberikan keterangan pers kepada awak jurnalis usai laporannya itu diterima oleh pihak Bareskrim Mabes Polri.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Usai polisikan Ketua FUI, Ibunda Rizki histeris panggil anaknya
Keluarga korban antre sembako di Monas. ©2018 Merdeka.com/Nur Habibie

Komariyah (49) orangtua dari Rizki Syahputra (10) pingsan usai melaporkan Ketua Panitia Penyelenggara Forum Untukmu Indonesia Dave Revano Santoso. Rizki meregang nyawa usai terinjak-injak saat ikut mengantre sembako dalam acara 'Forum Untukmu Indonesia' di Monas pada Sabtu (28/4) lalu.

Pantauan merdeka.com, Komariyah pingsan saat kuasa hukum Muhammad Fayyad memberikan keterangan pers kepada awak jurnalis usai laporannya itu diterima oleh pihak Bareskrim Mabes Polri.

Komariyah langsung dibawa ke ruang balai wartawan yang memang dekat dengan halaman depan kantor Bareskrim Mabes Polri. Saat digotong masuk, Komariyah berteriak histeris menyebut nama anaknya yang tewas.

"Rizki, Rizki, Rizki, mana Rizki," histeris Komariyah sambil menangis, Jakarta Pusat, Rabu (2/5).

Lalu, 15 menit usai ditaruh di kursi sofa panjang. Tiba-tiba saja Komariyah kembali menangis dan berteriak secara histeris kembali memanggil atau menyebut anak bontotnya tersebut.

"Mana Rizki, Rizki, mana Rizki," ucapnya sambil menangis.

Mengetahui Komariyah seperti itu, langsung saja beberapa orang yang memang mendampingi Komariyah saat membuat laporan langsung menyuruh Komariyah untuk mengucap kalimat Allah.

"Istigfar bu Istigfar. Astagfirullah Aladzim," ucap salah satu perempuan yang menggunakan kerudung pink.

Namun tak lama berselang, Komariyah pun tertidur pulas dikursi panjang warna hitam dengan menggunakan pakaian garis hitam putih dan kerudung berwarna ungu yang ia letakkan di dadanya. Sekitar pukul 16.35 Wib, Komariyah bersama dengan kuasa hukum dan yang lain pergi meninggalkan Bareskrim dengan menggunakan mobil merk Avanza warna silver dengan nomor polisi B 1955 PIQ.

Komariyah melalui kuasa hukumnya melaporkan Dave Revano Santosa dengan Laporan Polisi Nomor: LP/578/V/2018/Bareskrim, tanggal 2 Mei 2018. Dave dilaporkan dengan dugaan tindak pidana kelalaian yang mengakibatkan kematian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 359 KUHP.

Sebelumnya, Forum Untukmu Indonesia melakukan acara bagi-bagi sembako di Monas pada Sabtu (28/4) lalu. Informasi diterima Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, dua orang meninggal diduga dalam acara bagi-bagi sembako tersebut atas nama MJ (12) dan MRS (10).

Hal ini diungkapkan usai dirinya mendapat laporan hasil dari pertemuan secara tertutup dengan pihak FUI dan Dinas Pariwisata dan Budaya DKI.

"Kami sangat prihatin ada dua korban yang mesti kehilangan nyawanya. Dua-duanya warga Pademangan," ucap Sandiaga di kantornya, Jakarta, Senin (30/4).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menyampaikan isu yang menyatakan dua anak ini meninggal karena mengantre sembako keliru. "Tidak benar," ujarnya di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (1/5)

Ia menambahkan anak ini ditemukan di luar pagar atau area Monas dan tidak dalam keadaan sedang mengantre sembako. "Kita temukan di luar pagar tergeletak," kata Argo. "Kita temukan tidak mengantre," tambahnya.

Rekomendasi