Calon wakil gubernur Sulawesi Selatan, Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar melanjutkan agenda kampanye dialogis dengan mengunjungi masyarakat pesisir di Kecamatan Burau Kabupaten Luwu Timur, Kamis (5/4) kemarin.
Masyarakat kecamatan Burau yang sebagian besar memiliki mata pencaharian sebagai nelayan dan petani rumput laut tersebut menyampaikan keluh kesah terkait naik turunya harga komoditas produksi yang selama ini mereka andalkan.
"Perhatian pemerintah selama ini belum maksimal untuk kebutuhan dan harapan masyarakat Sulsel khususnya masyarakat daerah Burau pantai. Naik turunnya harga rumput laut menjadi masalag klasik selama ini," terang salah satu tokoh masyarakat setempat, Abdullah.
Oleh karena itu, Abdullah mengaku selama ini sangat merindukan figur pemimpin yang mampu meretas persoalan tersebut. Selain itu menurutnya juga dibutuhkan pemimpin yang mengerti akan kebutuhan dan mampu menjawab tantangan yang dihadapi masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Aziz Qahhar jika sebelumresmi maju sebagai salah satu kontestan bersama Nurdin Halid, dirinya telah mengelilingi sebagian besar daerah di Sulsel. Hal tersebut dilakukan agar pasangan masionalis religius ini mengetahui betul persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Sehingga visi misi dan program kami pun harus bersifat solutif. Persoalan rumput laut ini saya sudah sering mendengar dibeberapa daerah dan kami juga sudah punya solusi atas itu, yakni jika kami terpilih maka kami akan menegakan UU resi gudang," terangnya.
Aziz merinci, dalam UU resi gudang tersebut, diterangkan jika pemerintah akan membuat gudang untuk menampung hasil produksi masyarakat baik dari perkebunan, pertanian maupun kelautan dimana pemerintah juga wajib melaksanakan standarisasi harga.
"Ketika hal ini dilakukan maka tidak ada lagi harga yang naik turun. Harga berubah-unah disinyalir karena ada oknum yang memainkan harga sebab harga di pusat selalu normal. Tapi tenang NH-Aziz punya solusi yang cerdas," tegasnya.
Selain menerapkan UU Resi Gudang, pasangan tegas, merakyat dan religius tersebut berjanji akan meningkatkan kesejahteraan nelayan dengan mencanangkan program khusus, salah satunya dengan menyediakan bantuan alat dan kapal penangkap ikan.
"Bantuan sarana dan prasarana penangkap ikan yang memadai mampu mendongkrak penghasilan nelayan. Masih banyak nelayan kita yang belum mandiri. Mereka tidak memiliki kapal dan perlengkapan melaut. Terpaksa seluruh kebutuhannya ditanggung oleh rentenir. Ini yang harus ditangani oleh NH-Aziz jika terpilih kelak," tutupnya.