Ketua MUI ajak umat Islam maafkan Sukmawati & berhenti buat laporan ke polisi

Sebaiknya, kata Ma'ruf, segala permasalahan dibicarakan dengan kepala dingin dan dialog untuk dicarikan titik temunya. "Kita ingin meniru bangsa ini agar perbedaan selalu terjadi. Itu kita selesaikan melalui dialog untuk cari solusi titik temu. Semoga kebangsaan supaya bangsa ini tetap utuh. Dan tidak terjadi konflik."

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Ketua MUI ajak umat Islam maafkan Sukmawati & berhenti buat laporan ke polisi
Sukmawati Soekarnoputri di MUI. ©2018 Liputan6.com/Angga Yuniar

Lebih kurang satu jam, Sukmawati Soekarnoputri mengadakan pertemuan dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'aruf Amin. Usai pertemuan, Ma'aruf mengajak untuk seluruh umat Islam bisa menerima permohonan maaf Sukmawati lantaran puisi 'Ibu Indonesia' yang dia tulis dan bacakan.

"Kami mengajak seluruh umat Islam untuk bisa menerima permohonan maaf beliau dan tidak lagi melakukan kejahatan," kata Kiai Ma'ruf Amin di kantor MUI, Jl Tugu Proklamasi, Jakarta, Kamis (5/4).

Ma'ruf berharap pada pihak-pihak yang melaporkan Sukmawati ke pihak berwajib untuk menghentikannya agar membuat suasana jadi damai.

"Bahkan kalau bisa kami inginkan menghentikan upaya untuk mengadukan persoalan ke pihak pengadilan, Bareskrim dan juga membangun keutuhan bangsa dan negara," sambungnya.

Sebaiknya, kata Ma'ruf, segala permasalahan dibicarakan dengan kepala dingin dan dialog untuk dicarikan titik temunya.

"Meneduhkan menemukan kalimatun sawa. Kita ingin meniru bangsa ini agar perbedaan selalu terjadi. Itu kita selesaikan melalui dialog untuk cari solusi titik temu. Semoga kebangsaan supaya bangsa ini tetap utuh. Dan tidak terjadi konflik. Dan karena itu MUI memiliki perhatian besar," ungkap Ma'ruf.

Dia juga berharap dengan adanya permohonan maaf dari Sukmawati semua kembali saling berkasih sayang dan bersatu tanpa kegaduhan.

"Artinya sudah selesailah. Mudah-mudahan hari kasih sayang dan kembali pada se-Islam dan se-Tanah Air," jelas Ma'ruf.

Rekomendasi