Terpidana bom gereja di Samarinda akui sepaham dengan Aman Abdurrahman

Terpidana bom gereja di Samarinda akui sepaham dengan Aman Abdurrahman. Joko mengaku mengenal dengan Oman Rochman sejak tahun 2010. Saat itu, sedang ada pengajian di Balikpapan. Kebetulan Oman salah satu pengisi ceramah.

Liputan6.com
Oleh Liputan6.com - Reporter
Terpidana bom gereja di Samarinda akui sepaham dengan Aman Abdurrahman
Terdakwa bom thamrin Oman Rochman. ©Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Terdakwa Oman Rochman alias Aman Abdurrahman kembali menjalani persidangan terkait kasus ledakan bom di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Selasa (27/3). Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan Joko Sugito dalam persidangan kali ini.

Diketahui, Joko Sugito merupakan narapidana kasus teror bom di Gereja Oikumene, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Pengadilan Negeri Jakarta Jakarta Timur memvonis 7 tahun penjara karena turut membantu dalam teror bom di Gereja Oikumene, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Dalam kesaksiannya, Joko mengaku mengenal dengan Oman Rochman sejak tahun 2010. Saat itu, sedang ada pengajian di Balikpapan. Kebetulan Oman salah satu pengisi ceramah.

"Pengajiannya tentang masalah tauhid," ujar dia.

Saat itu, Joko menyebut yang dibicarakan Aman adalah tentang tauhid dan syirik demokrasi. Setelah mengikuti itu, S2015 mendapatkan undangan untuk mengikuti pelatihan DAI di Malang, Jawa Timur.

Menurut dia, dalam pelatihannya menyampaikan materi yang sama dengan yang diajarkan Aman Abdurrahman.

Joko menjelaskan, di akhir pelatihan ada pembentukan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Ketuanya adalah Zainal Anshori. Oleh Zainal, Joko ditunjuk menjadi pimpinan JAD Kalimantan Timur.

Dari situlah, Joko mulai sepaham dengan Aman Abdurrahman. Antara lain tentang kafir demokrasi yang harus diingkari.

"Untuk diingkari dengan cara tidak ridho," ucap Joko.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi