Tokoh masyarakat Luwu ini tetap loyal pilih Aziz Qahhar

Salah satu tokoh masyarakat Kelurahan Lindajang kabupaten Luwu, Sultan menyatakan dukungannya kepada calon wakil gubernur Sulawesi Selatan, Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tokoh masyarakat Luwu ini tetap loyal pilih Aziz Qahhar
Aziz Qahhar bersama salah satu tokoh masyarakat Kelurahan Lindajang kabupaten Luwu. ©2018 Merdeka.com

Salah satu tokoh masyarakat Kelurahan Lindajang kabupaten Luwu, Sultan menyatakan dukungannya kepada calon wakil gubernur Sulawesi Selatan, Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar. Meski saudara Aziz yang juga merupakan mantan Bupati Luwu Andi Mudzakkar ikut bertarung di pilgub Sulsel, Sultan tetap melabuhkan hati di pasangan Nurdin Halid tersebut.

"Untuk apa kita dukung calon yang tidak jelas keberpihakanya kepada rakyat? Pemimpin hadir demi kepentingan rakyat dan bukan untuk diri sendiri maupun keluarga," tegas Sultan, Rabu (21/3)

Lebih jauh Sultan bercerita jika sejak awal Aziz memutuskan terjun dalam dunia politik, tidak sekalipun dirinya meninggalkan Aziz. Meski seringkali digoda oleh beberapa kandidat lain, Sultan mengaku tidak pernah merubah pikiran.

"Pernah ada calon yang menjanjikan sesuatu kepada saya. Tapi saya tidak akan berpaling dari Aziz Qahhar sehingga pas sampai di bilik TPS, selalu ada suara hati yang meminta untuk tetap memilih Aziz," terangnya.

Ditanya soal kemungkinan pilihanya di pilgub mendatang, Sultan menegaskan tetap pada komitmen awal yaitu memenangkan pasangan calon nomor urut satu Nurdin Halid dan Aziz Qahhar. Hal tersebut tidak lepas dari penilaiannya terhadap program yang ditawarkan pasangan nasionalis religius tersebut.

"Program NH-Aziz sangat berpihak kepada rakyat kecil dan mampu mengatasi segala permasalahan yang ada saat ini. Program yang paling ditunggu berupa layanan kesehatan berbasis KTP dan bantuan peralatan sekolah," ungkap Sultan.

Terpisah, terkait pertarungannya dengan adiknya, Andi Mudzakkar yang juga merupakan Bupati Luwu dan maju di pilgub 2018 berpasangan dengan Ichsan Yasin Limpo, Aziz menilai hal tersebut sebagai hak demokrasi Andi Mudzakkar.

"Saudara saya ini memang bupati dan orang partai. Karena itu dia juga ada basis politik sendiri yang dihitung oleh saingan kami. Jadi saya kira ini semata-mata politik praktis tidak dalam konteks ada kaitannya dengan rekonsiliasi di keluarga," bebernya.

Dalam keluarga Kahar Mudzakkar, Aziz menerangkan jika terkait politik akan selalu bicarakan, akan tetapi terdapat realitas politik dimana keluarga tidak berdaya. Terkait taktik lawan untuk membagi suara Aziz, hal tersebut dinilai tidak sesederhana itu sebab siapapun yang maju pasti ingin menang dan yang membedakan adalah cara menghitung kekuatan.

"Saya yakin kalau saya lebih kuat dari Mudzakkar. Aka tetapi, menanggapi semua ini, saya katakan di sinilah diperlukan pendidikan politik yang mencerahkan," tutupnya.

Rekomendasi