Calon wakil gubernur Sulawesi Selatan Aziz Qahhar Mudzakkar berkali-kali menyatakan komitmennya memilih bertarung di Pilgub 2018. Dia rela menanggalkan posisinya sebagai senator DPD RI yang telah ditempati selama tiga periode.
Aziz menyatakan tertarik mendampingi Nurdin Halid karena mengusung visi 'Membangun Kampung'. Selain itu, dia juga tertantang untuk menegakkan keadilan dalam segala lini kehidupan masyarakat.
"Saya sudah di DPD tiga periode namun bagi saya kursi DPD tidak memiliki kekuatan yang maksimal untuk membangun di Sulsel. Oleh karena itu melalui jabatan wakil dan gubernur kami bisa berbuat lebih banyak untuk rakyat Sulsel," tegas Aziz.
Lebih jauh, Aziz menerangkan jika selama menjabat di DPD dirinya tidak membawa proyek ke Sulsel. Sebab DPD, kata dia, tidak membahas anggaran melainkan merancang Undang-undang serta mensosialisasikan 4 pilar berbangsa dan bernegara.
"Maka wajar jika jarang ada anggota DPD yang terkena kasus korupsi karena memang bukan ranah kami membahas anggaran untuk daerah. Maka kami hanya butuh kekuasaan agar dapat berbuat banyak untuk rakyat," ujarnya.
Pilgub 2018 juga bukan jadi ajang pertama bagi Aziz. Sebelumnya Aziz tercatat pernah dua kali menjadi kandidat, namun gagal. Masing-masing pada pilkada tahun 2008 dan 2013. Meski sempat gagal, niat Aziz untuk mengabdi sebagai pemimpin di daerahnya tidak surut.
"Saya dua kali kalah karena melawan Golkar. Sekarang saya diusung Golkar. Bersama Nurdin Halid, peluang kami jadi jauh lebih mudah. Insya Allah dengan gabungan ini semua menjadi lebih mudah," tutupnya.