Gagasan dan program pro rakyat dari Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), menuai respons positif dari seluruh elemen masyarakat. Dukungan dan doa terus mengalir agar pasangan nomor urut satu dapat mewujudkan 'Sulsel Baru'. Sulsel yang jauh lebih sejahtera dan berkeadilan.
Tokoh masyarakat Kecamatan Ujung Tanah di Kota Makassar, H Aldhi Setiadhi, mengungkapkan komitmennya mendukung NH-Aziz. Bahkan, ia siap masuk dalam barisan pemenangan pasangan tegas, merakyat dan religius. Itu karena dia percaya hanya NH-Aziz yang mampu mengangkat taraf hidup masyarakat di kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Aldhi mengaku tertarik untuk ikut memenangkan NH-Aziz karena mengagumi ketokohan duet tokoh nasionalnya, khususnya Nurdin. Sebagai tokoh koperasi, Nurdin diyakini memiliki konsep dan praktik yang lebih matang dan teruji terkait ekonomi kerakyatan. Hanya melalui ekonomi kerakyatan itu, masyarakat bisa hidup sejahtera secara utuh.
Ia berujar selama ini masyarakat Ujung Tanah kerap bersinggungan dengan badan koperasi. Bahkan, boleh dikatakan, sebagian besar masyarakat menggantungkan hidupnya dengan proses simpan pinjam di koperasi. Namun, keberadaan koperasi tersebut belum disokong oleh pemerintah sehingga bunganya terbilang tinggi mencapai 10 persen.
"Sebenarnya hampir semua masyarakat di sini bersentuhan dengan koperasi. Hanya saja koperasi yang ada untuk simpan pinjamnya masyarakat, bunganya terlalu tinggi sampai 10 persen," keluhnya.
Aldhy percaya Nurdin mampu membenahi itu kelak. Bila terpilih menjadi gubernur, regulasi terkait asas koperasi yang ideal diyakini dapat dijalankan oleh Nurdin. Dilihat dari Nurdin yang memiliki pengalaman panjang di dunia koperasi, mulai dari KUD, Puskud Hasanuddin, Inkud, Dekopin hingga ICA Asia Pasific.
"Pak Nurdin Halid sudah lama bergelut di dunia koperasi, jadi pasti beliau paham bagaimana koperasi yang sesuai untuk tujuan menyejahterakan anggota-anggotanya. Sehingga, masyarakat di sini juga dapat lebih sejahtera," kata Aldhy.
Sementara itu, Nurdin menegaskan pihaknya memiliki program pemberdayaan koperasi di tiap desa/kelurahan sebagai ujung tombak perekonomian. Koperasi akan dikelola bersama oleh masyarakat sehingga dapat memberikan dampak positif bagi warga desa/kelurahan masing-masing.
"Kalau di Ujung Tanah yang banyak buruh pasar atau pelabuhan, kita sediakan koperasi khusus buruh. Sehingga, pendapatannya tidak begitu-begitu saja karena ada koperasi yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan. Tidak boleh dibebani dengan bunga tinggi dari rentenir," pungkasnya.