Operasi pencarian korban tanah longsor di Desa Pasirpanjang Kecamatan Salem Kabupaten Brebes resmi ditutup pada Rabu (28/2) pukul 14.00. Meski pencarian dihentikan, operasi tanggap darurat tetap dilanjutkan.
Noer Isrodin Muchlisin, Kepala Basarnas Jateng, mengatakan tanggap darurat dilanjutkan dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak serta perbaikan dan pemulihan infrastruktur yang rusak.
"Pencarian kami hentikan setelah tujuh hari digelar sesuai dengan prosedur dan juga mengingat efisiensi dan efektifitas dari proses identifikasi lokasi korban yang masih tertimbun juga semakin sulit dengan area yang sangat luas," terangnya.
Selain itu, faktor resiko longsor susulan yang sangat besar masih mungkin terjadi karena hujan hampir tiap hari di Gunung Lio.
"Semua jajaran sudah bekerja dengan maksimal, melakukan pencarian di seluruh sektor yang teridentifikasi, dan pihak keluarga juga sudah mengikhlaskan, maka dengan ini proses pencarian kami tutup. Terimakasih juga atas kerjasama yang baik dari Dandim Brebes, Kapolres Brebes, Dokpol, DVI, Perhutani, Dinkes, serta seluruh relawan Potensi SAR yang tidak bisa saya sebut satu persatu, terimakasih," lanjut Noer.
Dengan ditutupnya operasi pencarian tersebut maka berdasarkan data yang ada, jumlah korban longsor yang meninggal dunia mencapai 12 orang, dinyatakan hilang 6 korban, dan selamat 18 orang.
Longsor di Desa Pasir Panjang Kec Salem Kabupaten Brebes tersebut terjadi pada Kamis (22/2) pukul 08.00, berpuncak pada Bukit Lio dan menimbun pengguna jalan dan petani yang beraktivitas di bawahnya.