Berantas jaringan narkoba di lapas, Menkum HAM siap bekerja sama dengan BNN

Berantas jaringan narkoba di lapas, Menkum HAM siap bekerja sama dengan BNN. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly meminta Budi Waseso untuk membuka data siapa saja petugas Kemenkum HAM yang bermain dengan bandar. Menurut dia, dibukanya data itu penting supaya hal ini bisa ditindaklanjuti oleh pihaknya.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Berantas jaringan narkoba di lapas, Menkum HAM siap bekerja sama dengan BNN
Menkum HAM Yasonna Hamonangan Laoly. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso berulang kali mengaku geram terhadap petugas lapas bekerjasama dengan bandar narkotika di dalam lapas. Bahkan, dia menyebut ada petugas Kemenkum HAM yang malah melindungi narapidana di dalam lapas.

Menanggapi ini, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly meminta Budi Waseso untuk membuka data siapa saja petugas Kemenkum HAM yang bermain dengan bandar. Menurut dia, dibukanya data itu penting supaya hal ini bisa ditindaklanjuti oleh pihaknya. Terlebih, Yasonna mengaku telah memiliki data petugas yang bermain dengan bandar narkoba.

"Tinggal sekarang kan kami minta, kasih nama-namanya yang potensial membangun jaringan, yang data dari kami ada," kata Yasonna di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (22/1).

Yasonna mengatakan, kalau ingin mengusut masalah permainan petugas sipir di lapas, BNN harus jalin kerjasama yang baik dengan Kemenkum HAM. Dia menyatakan siap untuk melakukan kerjasama itu.

"Jadi sekarang tinggal kerjasama, kalau memang urusan uang, di luar itu banyak jaringan, tapi sekarang kalau ada kerjasama yang baik, kita diberi tahu, kita pasti ini, setiap saya diminta, saya pasti masuk," jelasnya.

Terkait upaya Kemenkum HAM untuk 'menekan' petugas nakal itu, Yasonna menyebut telah memiliki lapas berpengawasan ketat di Nusakambangan. Menurut dia, pihak BNN dan Polri pun mengapresiasi saat mengunjungi lapas tersebut.

"Kemarin kita sudah bawa bersama pak Kapolri, Deputi BNN ke Nusakambangan, kita sudah minta supaya di Nusakambangan itu, jadi sengaja kita bawa pak Kapolri untuk Pasir Putih, BNN karena kita sudah mengalokasikan tempat untuk bandar narkoba, jadi satu blok satu orang, dijaga 24 jam," tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Rutan Kelas II Purworejo, Cahyono Adhi Satriyanto ditangkap Badan Narkotika Nasional, karena terlibat tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan narapidana narkotika Christian Jaya Kusuma alias Sancai. Kasus ini juga menyeret anggota kepolisian, inisial KW berpangkat AKP, yang tertangkap atas dugaan suap perwira anggota BNNP Jawa Tengah.

Kepala BNN Komjen Budi Waseso mengancam akan menembak anggota BNN yang terlibat persekongkolan dengan pengedar maupun bandar narkoba dengan senjatanya sendiri. Ia mencap anggota tersebut pengkhianat.

"Kalau ada pengkhianatan di BNN ya kan, tembak dengan senjata sendiri. Biar dia tahu, pengkhianatan memang harus dibasmi," ujar Budi di Kantor BNN, Jakarta Pusat, Rabu (17/1).

Budi menambahkan, kalau ternyata ada permainan oleh oknum pimpinan BNN, dia tak segan perintahkan, agar ditembak beramai-ramai oleh bawahnnya. Sampai, dia juga memperbolehkan awak media ikut terlibat.

Rekomendasi