Kekurangan personel, Bawaslu ajak mahasiswa di Jabar awasi Pilkada 2018

Bawaslu menambahkan, masyarakat mahasiswa juga berhak mengawasi jalannya tahapan pilkada. Bukan hanya pada hari H pencoblosan, melainkan juga sejak proses penetapan daftar pemilih tetap (DPT), pelantikan, bahkan hingga masa bakti kepala daerah terpilih itu berakhir.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kekurangan personel, Bawaslu ajak mahasiswa di Jabar awasi Pilkada 2018
Ilustrasi Pilkada Serentak. ©2015 Merdeka.com

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat mengeluhkan jumlah petugas mereka yang sangat minim namun dituntut melakukan pekerjaan dengan hasil maksimal. Untuk mengatasi hal tersebut, Bawaslu Jabar mengajak mahasiswa berpartisipasi dengan Gerakan Relawan Sejuta Mahasiswa.

Diharapkan, mahasiswa berperan aktif mengawasi jalannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak di 16 kabupaten/kota di Jabar, termasuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018 mendatang.

"Kami sangat butuh personel pengawas pemilu. Makanya kami mengajak mahasiswa di Jabar aktif mengawasi jalannya pilkada," kata Kepala Sekretariat Bawaslu Jabar Eliazar Barus saat dihubungi, Minggu (17/12/2017).

Dia menjelaskan, ini sebagai salah satu cara untuk memastikan para mahasiswa berpartisipasi memilih kepala daerah. Sebab, orang yang ikut memilih belum tentu mengawasi.

"Kalau orang yang mengawasi, kecenderungannya pasti memilih," ujarnya.

Dia menambahkan, masyarakat mahasiswa juga berhak mengawasi jalannya tahapan pilkada. Bukan hanya pada hari H pencoblosan, melainkan juga sejak proses penetapan daftar pemilih tetap (DPT), pelantikan, bahkan hingga masa bakti kepala daerah terpilih itu berakhir.

Namun, dia pastikan tugas yang diemban mahasiswa tidak melebihi kewenangan yang dimiliki pengawas pemilu. "Mereka berhak melaporkan indikasi pelanggaran yang nantinya akan ditindaklanjuti oleh pengawas pemilu," jelas dia.

Rekomendasi