Ormas Islam di Bandung dukung sikap OKI akui Yerusalem Timur ibu kota Palestina

Dalam aksi di depan Gedung Sate, mereka menyebutkan jika Yerusalem menjadi Ibu Kota Israel, maka ditakutkan pemerintah akan menghapus hak umat Islam untuk mengunjungi Masji Al-Alqsha

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ormas Islam di Bandung dukung sikap OKI akui Yerusalem Timur ibu kota Palestina
Demo protes Donald Trump di Gedung Sate. ©2017 Merdeka.com/Bebey

Ribuan massa dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Jawa Barat mendeklarasikan Yerusalem sebagai Ibu kota Palestina. Itu dilakukan sebagai langkah penolakan klaim Presiden AS, Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel pada 6 Desember lalu.Selain deklarasi, massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Selamatkan Al-Aqsha (AMSA) itu menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (15/12).Juru bicara AMSA, Gaos Abdul Hamid mengajak seluruh umat islam di seluruh dunia untuk ikut mendukung dan mendeklarasikan hal serupa."Deklarasi ini menyusul adanya pengakuan dari 57 negara anggota organisasi kerjasama islam (OKI) mengenai status Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina," katanya saat ditemui di sela aksi.Jika Yerusalem menjadi Ibu Kota Israel, maka ditakutkan pemerintah akan menghapus hak umat Islam untuk mengunjungi Masjid Al-Alqsha. Dalihnya, menjaga keamanan Ibu kota dan stabilisasi negara. Pemerintah Israel pun akan dengan mudah mengusir semua warga Palestina yang saat ini bermukim di Yerusalem."Dari sejak zaman Nabi Muhammad, kompleks Masjid Al-Aqsha adalah milik umat islam. Kini, kesuciannya terus dijaga oleh bangsa Palestina," tegasnya."Kami bersumpah akan membela Al-Aqsha sampai mati," sambungnya.

Rekomendasi