Kunjungi Perpusnas, Kemenpora ingin miliki perpustakaan berbasis digital

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Kepala Biro Humas dan Hukum Amar Ahmad, mengunjungi Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (14/12).

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kunjungi Perpusnas, Kemenpora ingin miliki perpustakaan berbasis digital
Kunjungan Kemenpora ke Perpusnas. ©2017 Merdeka.com

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Kepala Biro Humas dan Hukum Amar Ahmad, mengunjungi Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (14/12). Kunjungan tersebut bertujuan untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai pengembangan perpustakaan yang berbasis teknologi digital. Amar mengatakan, Kemenpora mempunyai perpustakaan yang tidak begitu luas dan hanya memiliki koleksi buku sekitar 5000 buku. "Kami ingin mempunyai fasilitas yang lebih baik. Untuk itu, mungkin kita dapat diberikan akses untuk mengembangkan perpustakaan di kantor kami. Sehingga kami bisa melayani pengunjung yang datang ke perpustakaan kantor kami," jelasnya.

Kunjungan Kemenpora ke Perpusnas ©2017 Merdeka.com


Seperti diketahui, Perpusnas baru saja diresmikan Presiden Jokowi pada September lalu. Bangunan Perpusnas memiliki 24 lantai dan tiga ruang bawah tanah yang disebut-sebut sebagai gedung perpustakaan tertinggi di dunia dengan tinggi 126,3 meter. Mengalahkan perpustakaan di Shanghai, China, yang memiliki tinggi 106 meter.Saat masuk ke dalam perpustakaan, para pengunjung akan disuguhi foto-foto para presiden Republik Indonesia. Tidak hanya itu saja, di samping masing-masing foto presiden itu ada kotak kaca yang di dalamnya ada buku-buku tentang mereka.

Kunjungan Kemenpora ke Perpusnas ©2017 Merdeka.com


Usai bertemu dengan Kepala Bidang kerja sama dan informasi Wiratna Tritawirasta, Amar bersama rombongan melihat-lihat suasana gedung perpustakaan di beberapa lantai. Mulai dari lantai 7 tempat ruang baca untuk anak-anak serta ruang baca untuk penyandang cacat dan disabilitas, hingga lantai 24 yang merupakan ruang baca juga penyimpanan buku-buku Nusantara.

Rekomendasi