Angkot mogok di Medan, warga dan anak sekolah naik kendaraan polisi

Kendaraan roda empat yang dikerahkan terdiri dari 50 unit double cabin, 10 unit bus, dan truk bantuan dari Brimob, SPN, dan Polda Sumut. Seluruh armada telah mengangkut warga, pelajar, mahasiswa.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
Angkot mogok di Medan, warga dan anak sekolah naik kendaraan polisi
Kendaraan polisi bantu warga di Medan. ©2017 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Aksi mogok angkutan kota (angkot) di Kota Medan dikhawatirkan berlanjut. Polisi pun terus menyiagakan truk hingga sepeda motor untuk mengangkut penumpang yang terlantar.Kendaraan yang ini sudah digunakan mengangkut penumpang pada hari ini. "Kami sejak pagi tadi sudah mengerahkan lebih kurang 200 unit kendaraan roda dua. Untuk roda empat, total lebih kurang 100 unit yang diberdayakan," kata Wakapolrestabes Medan AKBP Tatan Dirsan Atmaja, Rabu (13/12).Kendaraan roda empat yang dikerahkan terdiri dari 50 unit double cabin, 10 unit bus, dan truk bantuan dari Brimob, SPN, dan Polda Sumut. Seluruh armada telah mengangkut warga, pelajar, mahasiswa. "Kita bantu untuk mengangkut mereka, yang sekolah dan pulang sekolah kita bantu mengantar, sampai ke Belawan, Binjai, maupun Deli Serdang," jelas Tatan.Sementara personel kepolisian terus disiagakan di seluruh pool angkutan, terminal, persimpangan, dan lokasi transit penumpang. Personel beserta kendaraan itu terus disiagakan untuk mengantisipasi mogok lanjutan. Namun, negosiasi dengan pengusaha angkutan umum juga dilakukan agar mereka segera mengoperasikan armadanya."Mereka masih menunggu keputusan dari pemda. Pukul 14.00 WIB mereka akan diterima Pemda untuk mengomunikasikan aksi yang mereka lakukan hari ini," jelas Tatan.Seperti diberitakan ribuan angkot mogok di Medan, Rabu (13/12). Aksi ini dilakukan pengusaha dan pengemudi yang protes terhadap maraknya transportasi berbasis aplikasi online. "Diperkirakan ada 8.000 armada yang mogok pada hari ini," kata Ketua Organda Medan, Monthgomery Munthe.Dia menyatakan, mogok akan terus berlangsung hingga Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi, menghentikan seluruh operasional transportasi online.

Rekomendasi