Wakil Indonesia raih prestasi di ajang LafargeHolcim Awards 2017 Asia Pasifik

Pada kategori utama, Indonesia meraih Silver Award 2017 lewat perpustakaan mikro atau microlibrary di Bandung, Jawa Barat, karya Daliana Suryawinata dan Florian Heinzelmann (SHAU). Microlibrary dibangun dengan konstruksi sederhana dan sekaligus bertujuan untuk mendorong minat baca masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wakil Indonesia raih prestasi di ajang LafargeHolcim Awards 2017 Asia Pasifik
LafargeHolcim Awards 2017 Asia Pasifik. ©2017 Merdeka.com

LafargeHolcim Foundation menggelar LafargeHolcim Award atau sebuah kompetisi yang mengedepankan konsep konstruksi berkelanjutan se-Asia Pasifik. Wakil dari Indonesia berhasil keluar sebagai juara dari tiga kategori berbeda.Pada kategori utama, Indonesia meraih Silver Award 2017 lewat perpustakaan mikro atau microlibrary di Bandung, Jawa Barat, karya Daliana Suryawinata dan Florian Heinzelmann (SHAU). Microlibrary dibangun dengan konstruksi sederhana dan sekaligus bertujuan untuk mendorong minat baca masyarakat."Microlibrary adalah arsitektur dengan sebuah misi," kata Daliana saat memberikan pemaparannya di Jakarta Design Centre, Jakarta, Jumat (08/12/2017) lalu.Kemudian di kategori Acknowledgement, Indonesia menempatkan Kamil Muhammad dan Barhmastyo Puji (pppooolll Jakarta) lewat karya pelatihan untuk pertanian organik di Parung, Jawa Barat.Sedangkan untuk Next Generation category (18-30 tahun) Andi Subagio dan tim (SASO) berhasil meraih tempat ketiga lewat karyanya yang membangun School for City di Ruteng, Flores, Nusa Tenggara Timur."Beberapa potensi di Ruteng kita kombinasikan di sini. "Sekolah ini juga menjangkau teman-teman disabilitas," ujarnya.Dani mengatakan, dalam masa pembangunan sekolah yang banyak menggunakan material bambu ini punya tantangannya sendiri. "Tantangannya adalah human resource, maintenance issue, pendidikan, dan organisasi yang tidak punya banyak uang atau mengandalkan dari funding," katanya.LafargeHolcim Awards merupakan kompetisi yang mengapresiasi konstruksi berkelanjutan. Kompetisi ini memberikan pengakuan terhadap desain yang melampaui standar saat ini, menonjolkan respons berkelanjutan atas berbagai isu teknologi, lingkungan, sosial ekonomi, dan budaya yang memengaruhi konstruksi kontemporer serta menawarkan solusi visioner terhadap cara kita membangun.Sebelumnya, PT Holcim Indonesia, Tbk melalui LafargeHolcim Foundation menggelar LafargeHolcim Award, sebuah kompetisi yang mengedepankan ide-ide atau konsep pembangunan berkelanjutan. Kompetisi ini terbagi dua kategori yakni utama atau Main Category dan kategori Next Generation.Untuk kategori utama dibuka bagi arsitek, insinyur, pemilik proyek, kontraktor, dan mahasiswa dengan jurusan terkait yang menunjukkan praktik konstruksi berkelanjutan pada penggunaan teknologi, aspek lingkungan sosial ekonomi dan budaya dalam perencanaan konsep proyeknya.Sustainable Development Manager Holcim Indonesia sekaligus koordinator LafargeHolcim Award ke-5, Oepoyo Prakoso mengatakan, arsitek memiliki peran penting dalam pembangunan untuk mewujudkan konsep berkelanjutan demi masa depan yang lebih baik."Perencanaan sebuah pembangunan memiliki peranan penting dalam merealisasikan konsep bangunan yang berkualitas serta memberikan rasa nyaman," kata Oepoyo dalam jumpa persnya di Jakarta, Januari lalu.

Rekomendasi