Pemerintah Aceh menggelar turnamen sepak bola internasional 'Aceh World Solidarity Cup' yang diikuti tiga negera Asia. Turnamen ini akan berlangsung dari tanggal 2 sampai dengan 6 Desember 2017 di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh.
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengatakan, Pemerintah Aceh melalui program Aceh Teuga (kuat) mempunyai misi untuk mengembalikan dan meningkatkan prestasi olahraga Aceh. Salah satunya melalui peningkatan frekuensi even kompetisi olahraga untuk menjaring bibit-bibit unggul.
"Inilah di antara yang menjadi latar belakang penyelenggaraan Aceh World Solidarity ini," kata Irwandi Yusuf di Banda Aceh, Senin (13/11).
Gubernur menjelaskan, kegiatan tersebut adalah even sepak bola bertaraf internasional pertama level timnas yang diadakan di Aceh. Turnamen Aceh World Solidarity ini pada awalnya direncanakan untuk diikuti oleh Negara Jepang, Thailand, Vietnam serta Indonesia sebagai tuan rumah.
Namun karena bersamaan dengan kalender kegiatan FIFA, maka sejumlah negara tidak dapat mengikuti turnamen di Aceh.
"Negara yang akhirnya melakukan konfirmasi terhadap undangan dari PSSI adalah Kyrgyztan, Mongolia dan negara tetangga kita Brunei Darussalam," ujar Gubernur.
Gubernur juga menjelaskan, turnamen ini merupakan perwujudan dari rasa solidaritas dunia terhadap Aceh yang pernah dilanda tsunami pada 2004 lalu.
Menurut Gubernur, Aceh World Solidarity - Tsunami Cup 2017 ini, seperti juga Sail Sabang, adalah awal dari kegiatan-kegiatan level internasional yang akan sering diadakan di Aceh.
"Aceh harus berkelas, sudah bukan waktunya lagi Aceh lekat dengan stempel tidak aman. Kita harus buktikan kepada dunia, bahwa Aceh aman dan mampu menyelenggarakan even internasional. Sehingga tidak ada lagi kekhawatiran akan isu-isu kemanan di Aceh," ujar Gubernur.
Namun, lanjut Gubernur, sayangnya isu keamanan di Aceh kerap mendapat sorotan yang berlebihan. Untuk itu, Gubernur mengajak seluruh elemen terkait dan masyarakat luas untuk sama-sama menyukseskan penyelenggaraan even tersebut.