Koordinator Forum Umat Islam Bersatu (FUIB), Rahmat Imran mengaku sebagai salah satu pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa penyerangan kantor LBH Jakarta, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (17/9). Dia termasuk salah seorang yang menggerakkan massa.
"Saya atas nama ketua gerakan pemuda anti-komunis, melawan gerakan-gerakan komunis, gerakan melawan komunis itu semakin massif puncaknya sampai saat ini saya sendiri yang langsung memimpin aksi yang dilakukan di YLBHI dibubarkan massa ataupun peserta panitia yang melakukan seminar pro terhadap komunis," aku Rahmat usai aksi anti-PKI di Tugu Tani, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/9).
Rahmat mengklaim aksi itu sebagai bentuk perlawanan atas bangkitnya komunisme di Indonesia. Menurutnya, sejak tiga tahun lalu isu kebangkitan PKI mulai dihembuskan. Indikasinya, banyak kegiatan yang menjurus ke arah kebangkitan ideologi komunis.
"Komunisme itu sudah melakukan kegiatan yang nyata seperti simposium 65 yang dilakukan di Hotel Aryaduta, kemudian kegiatan di belok kiri fest Taman Ismail Marzuki, menonton pulau buru tanah air beta, ini harusnya kita berantas," tuturnya.
Dia mengaku sudah melaporkan tokoh-tokoh di balik kebangkitan komunisme, ke Bareskrim Polri. Namun dia belum mau membukanya saat ini. "Nanti kita lihat saat pelaporan sudah masuk," kata dia.