Demi meraup keuntungan lebih, pedagang pempek di Palembang kerap berbuat 'curang' terhadap konsumen. Pedagang membohongi bahan dasar ikan yang bermutu dengan ikan jenis lain.Sultan, pemilik Pempek Wawa mengungkapkan, seringkali pedagang memasang merek ikan gabus dan tenggiri di tokonya. Padahal, bisa saja menggunakan ikan jenis lain sebagai bahan dasar pembuatan pempek."Ya memang merek terkenal ikan gabus sama tenggiri, tapi pempek bisa dibuat pakai ikan apapun. Itu yang biasa pedagang pakai, tapi saya tidak bicara berbuat nakal, begitulah kenyataannya," ungkap Sultan usai menghadiri pertemuan di rumah dinas Wali Kota Palembang, Jumat (8/9).Menurut dia, untuk mengetahui pempek itu benar terbuat dari ikan gabus dan tenggiri, dari rasa dan bentuknya. Biasanya, pempek akan lebih kenyal dan terasa lebih nikmat jika menggunakan kedua jenis ikan itu."Bentuknya sama, tapi dari taste, rasanya bisa kita bedakan," ujarnya.Dikatakannya, penggunaan ikan gabus dan tenggiri sebagai bahan alternatif lantaran ikan belida sulit didapatkan dan harganya lebih mahal. "Idealnya ikan belida karena lebih lezat, tapi susah dicari. Kalau ada dari Kalimantan dan Jambi, itu pun mahal," kata dia.Sementara Nasir Fitri, pemilik Pempek Terkenal mengaku mengeluhkan banyaknya pengamen datang silih berganti yang membuat pengunjung terganggu. Selain itu, semrawutnya kendaraan juga membuat konsumen malas datang ke tokonya."Kami minta pengamen ditertibkan. Dishub juga atur parkir karena posisi toko kami di pinggir jalan raya," pungkasnya.
Biar laris, banyak pedagang pempek di Palembang berbuat 'nakal
Biar laris, banyak pedagang pempek di Palembang berbuat 'nakal'. Pedagang membohongi bahan dasar ikan yang bermutu dengan ikan jenis lain.
Baca Juga
SBY Sebut UMKM Fondasi Ekonomi Nasional
Rekomendasi