Ketum GP Ansor sebut kesenjangan masih lebar buah dari keserakahan & korupsi

Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, kemerdekaan Indonesia adalah buah dari persatuan, perjuangan seluruh rakyat Indonesia, dari berbagai latar belakang agama, suku, dan etnis.

Mardani
Oleh Mardani - Reporter
Ketum GP Ansor sebut kesenjangan masih lebar buah dari keserakahan & korupsi
Ketum GP Ansor. ©2017 Merdeka.com

Indonesia baru saja merayakan hari kemerdekaan yang ke-72, kemarin. Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, kemerdekaan Indonesia adalah buah dari persatuan, perjuangan seluruh rakyat Indonesia, dari berbagai latar belakang agama, suku, dan etnis.Karenanya, kata dia, jika terpecah belah, berjuang sendiri-sendiri, maka Indonesia akan mudah dijajah. "Sebab itu, ketika kita bersatu, berjuang bersama-sama, kita merdeka. Benar apa yang telah diingatkan kiai kita, KH Wahab Hasbullah bahwa 'Tidak ada senjata yang lebih tajam dan lebih sempurna lagi selain persatuan," katanya dalam keterangannya, Jumat (18/8).Menurut pria yang akrab disapa Gus Yaqut meski Indonesia berbeda-beda, tapi bangsa ini adalah sama. "Ayo kita Gelorakan bahwa kita ini sama, sama Indonesia-nya.Kita Ini sama bahasanya, Bahasa Indonesia. Lagu kebangsaan kita sama, laguIndonesia Raya,Bendera kita ini sama Merah Putih-nya. Karena, kita ini sama terlahir di tanah Indonesia, sama minum air Indonesia, sama menghirup udara Indonesia, dan kita Ini sama akan mati dan dikubur di bumi Indonesia," katanya.Dia mengatakan, bangsa Indonesia perlu mensyukuri banyak kemajuan yang telah diraih. Namun sebagaimana diakui sendiri oleh Presiden Jokowi dalam pidatonya kemarin bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia belum sepenuhnya bisa diwujudkan."Kita lihat memang kesenjangan ekonomi masih lebar, buah dari keserakahan dan korupsi di masa lalu hingga saat ini. Jumlah rakyat miskin juga masih banyak, sementara penguasaan aset dan kekayaan hanya beredar di sejumlah kecil orang dan korporasi. Jaminan masyarakat mendapatkan keadilan hukum juga sering terlukai," katanya.Pihaknya menuntut negara bisa mencegah keserakahan dan korupsi terus terjadi. Selain masalah keadilan sosial yang harus segera diwujudkan, saat ini bangsa Indonesia tengah menghadapi ancaman persatuan nasional. Setiap hari masyarakat disodori isu dan ujaran-ujaran yang berusaha memecah belah bangsa."Bangsa Indonesia wajib bersyukur telah diwarisi Pancasila sebagai kalimatun sawa, konsensus yang mengikat bangsa yang majemuk ini dalam kesamaan tujuan dan cita-cita," katanya.Menurutnya, kemajemukan bangsa Indonesia adalah kenyataan. Sebab, semua perbedaan adalah sunnatullah. "Tugas kita sebagai hamba Allah dan kader bangsa adalah mencari persamaan-persamaan dan titik temu agar bisa bekerja sama menghadapi tantangan masa depan dan mampu mewujudkan cita-cita kemerdekaan," katanya.

Halaman
Rekomendasi