TNI kirim tim investigasi kasus penembakan di Pomako

Kodam XVII Cenderawasih mengirim tim investigasi untuk menyelidiki bentrokan antarwarga di Pomako, Timika, Papua berujung penyerangan Mapolsek setempat. Dalam peristiwa tersebut, aparat yang terdesak, terpaksa mengeluarkan tembakan. Dua warga terkena, satu di antaranya meninggal dunia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
TNI kirim tim investigasi kasus penembakan di Pomako
Ilustrasi Penembakan. ©2015 Merdeka.com

Kodam XVII Cenderawasih mengirim tim investigasi untuk menyelidiki bentrokan antarwarga di Pomako, Timika, Papua berujung penyerangan Mapolsek setempat. Dalam peristiwa tersebut, aparat yang terdesak, terpaksa mengeluarkan tembakan. Dua warga terkena, satu di antaranya meninggal dunia."Tim yang diketuai Danrem 174 Merauke Brigjen TNI Asep saat ini sudah berada di Timika, dan langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data terkait kasus tersebut," kata Kapendam XVII Cenderawasih Letkol Inf M Aidi kepada Antara, di Jayapura, Kamis (10/8).Kasus penembakan itu berawal saat anggota melakukan tugas mengumpulkan data dengan mendatangi tempat kejadian perkara pertikaian antarkelompok nelayan di Pomako.Namun tak berapa lama kemudian, Serka Y dikeroyok dan dianiaya oleh massa sehingga mengalami luka bacok di tubuh. Letkol Inf Aidi menambahkan, sebelum mengeluarkan senjata api, Serka Y sempat dikejar hingga mengamankan diri ke dalam kantor KPPP, namun massa terus mencarinya."Anggota yang mengalami luka di bagian kepala terpaksa menggeluarkan tembakan untuk menyelamatkan diri dari kepungan massa," kata Letkol Inf Aidi.Menurutnya, dari laporan yang diterima tembakan yang dikeluarkan dari senpi Serka Y mengenai Theo Catekam di bagian perut dan menewaskannya.Selain Serka Y yang mengalami luka bacok di bagian kepala dalam insiden itu, juga menyebabkan Kopda A mengalami luka yang serius dan kini keduanya dirawat di RSUD Timika."Selain menurunkan tim investigasi, kasus tersebut juga ditangani POM Kodam XVII Cenderawasih," kata Letkol Inf Aidi.

Rekomendasi