Bupati Anas: Pasar tradisional contoh gotong royong & solidaritas

Spirit gotong royong tersebut, kata Anas, tampak dari pasar tradisional. Para pedagang dan masyarakat tidak hanya terlibat dalam transaksi jual beli, namun juga terjadi interaksi gotong royong satu sama lain.

Hery H Winarno
Oleh Hery H Winarno - Reporter
Bupati Anas: Pasar tradisional contoh gotong royong & solidaritas
Safari Ramadan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. ©2017 Merdeka.com

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas beberapa waktu lalu menggelar sahur bersama di Pasar Subuh Petahunan, Jajag, Gambiran. Selain para pedagang, hadir pula tokoh agama, tokoh masyarakat dan Muspika Kecamatan Gambiran dalam acara tersebut. Acara sahur bersama ini juga sebagai cara Bupati Anas mengecek harga-harga kebutuhan di pasar.Dalam kesempatan tersebut, Bupati Anas berpesan kepada hadirin, untuk meningkatkan gotong royong di tengah masyarakat. "Ciri-ciri masyarakat kita ini adalah gotong royong. Hal ini, mulai luntur. Oleh karena itu, maka harus terus kita jaga dan kita tingkatkan," ungkap Anas, Sabtu (10/6).Spirit gotong royong tersebut, kata Anas, tampak dari pasar tradisional. Para pedagang dan masyarakat tidak hanya terlibat dalam transaksi jual beli, namun juga terjadi interaksi gotong royong satu sama lain. "Kalau di pasar, untuk pelanggan bisa utang dulu, bayarnya besok. Ini adalah salah satu contoh gotong royong. Ada solidaritas yang dibangun di pasar tradisional yang tidak kita temukan di pasar modern," terangnya.Untuk itu, lanjut Anas, Pemkab Banyuwangi terus mendorong revitalisasi pasar tradisional. Beberapa pasar yang becek dan gelap, secara bertahap telah dilakukan perbaikan. Selain itu, proteksi terhadap pasar tradisional dengan melarang mal dan toko modern di Banyuwangi.

Rekomendasi