Wacana perpindahan Ibu Kota kembali muncul ke permukaan. Politisi Golkar Zainudin Amali setuju dengan wacana itu. Dia menilai, sudah seharusnya ibu kota dipindah dari Jakarta.
"Melihat kondisi ibu kota sekarang ini memang sudah seharusnya wacana atau rencana pemerintah memindahkan ibu kota ke luar Jakarta perlu untuk kita dukung," kata Zainudin, di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (5/7).
Ketua komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tersebut melihat, pemindahan Ibu Kota Indonesia harus segera dilakukan. Sebab kondisi Jakarta semakin berantakan.
"Kita harus sekarang lakukan itu, kalau tidak bisa dibayangkan sekarang saja kondisi Jakarta sudah seperti ini apalagi kalau 5 sampai 10 tahun yang akan datang. Negara lain juga lakukan itu. Itu jadi kebutuhan buat kita," ujarnya.
Dia meyakini, pemindahan ibu kota sebagai solusi mengurai kepadatan di Jakarta. Sekaligus untuk pemerataan pembangunan di Indonesia.
"Pertama, crowded yang ada di Jakarta bisa terurai. Kedua pemerataan pembangunan, itu bisa didorong ke luar pulau Jawa. Ketiga urbanisasi. Karena kalau tetap ada di Jakarta orang mau enggak mau tetap akan berbondong-bondong ke sini. Karena di luar Pulau Jawa sangat timpang," ungkapnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo tidak banyak komentar menanggapi rencana pemindahan Ibu Kota ini. Presiden hanya mengatakan akan memberikan keputusan di waktu yang dirasa tepat.
"Nanti akan saya sampaikan pada waktunya. Akan saya sampaikan pada waktunya," ujarnya singkat saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI),Jakarta, Selasa (4/7).
Di tempat terpisah, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil, mengatakan sejauh ini, pemerintah masih dalam kajian guna mencari lokasi tepat untuk Ibu Kota baru. "Kita sedang cari alternatif tempat di samping Palangkaraya, tempat yang paling sustainable yang paling bagus," katanya.