Belakangan kembali marak bom bunuh diri di Indonesia, terakhir di Kampung Melayu, Jakarta Timur. 'Pengantin' atau orang yang mengajukan diri melakukan bom bunuh diri berharap mati syahid dan akan bertemu bidadari di Surga.Kala itu, Gus Dur pernah ditanya wartawan terkait maraknya 'pengantin' yang melakukan bom bunuh diri. Karena secara logika, bunuh diri merupakan hal yang dibenci Allah SWT apalagi sampai membunuh orang yang tak berdosa. Dalam Islam, membunuh satu saudaranya sama saja membunuh seluruh manusia."Gus, betulkah para pengebom itu mati syahid dan bertemu bidadari di surga?" tanya wartawan."Sudah ada yang membuktikan?" tanya balik Gus Dur."Tentu saja belum kan, ulama maupun teroris itu kan belum pernah ke surga," tambah Gus Dur."Lalu, apakah benar mereka tergolong mati syahid, Gus?" tanya wartawan penasaran."Mereka itu yang jelas bukan mati syahid, tetapi mati sakit. Kalau pun mereka masuk surga, mereka tak akan bertemu bidadari," jawab Gus Dur."Kenapa Gus?""Gimana mau melihat bidadari, kepalanya saja masih tertinggal di dunia dan ditahan oleh polisi," jawab Gus Dur santai. "Huahahahaha.." gelak tawa pecah di ruangan yang tadinya hening.
Ini alasan 'pengantin' bom bunuh diri tak akan melihat bidadari
'Pengantin' atau orang yang mengajukan diri melakukan bom bunuh diri berharap mati syahid dan akan bertemu bidadari di Surga.
Advertisement
Rekomendasi