Rancangan Undang-Undangan Pertembakauan tengah dibahas oleh DPR. Bahkan, Pansus RUU Pertembakauan telah dibentuk pada 31 Mei 2017 lalu.Namun, berbagai penolakan masih terjadi terkait rencana pembentukan UU Pertembakauan tersebut. Salah satu penolakan disuarakan oleh mantan Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup, Emil Salim.Emil mengatakan, sebenarnya pemerintah masih mencari titik temu antara tembakau dan kesehatan. Dia tak yakin jika UU Pertembakauan akan disahkan setelah lebaran seperti yang dikemukakan oleh Ketua Pansus Pertembakauan Firman Soebagyo."Saya mendapat kesan bahwa dari tim pemerintah yaitu Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Menteri Keuangan, dan Menteri Kesehatan, masih mencari titik temu untuk mempertahankan kesehatan. Kalau tembakau dirasa menang, maka tentu merugikan kesehatan. Sedangkan petunjuk Presiden adalah mencari titik temu. Jadi hingga sekarang masih belum titik temu," ucap Emil saat dihubungi wartawan, Jumat (9/6).Dia mengindikasikan, peluang RUU tersebut akan sangat sulit mencari titik temu. Sehingga, tidak mungkin bisa selesai dengan cepat."Jadi peluang, saya melihat sulit menemukan titik temu antara kesehatan dan adiksi nikotin. Itu dua hal yang bertentangan. Jadi memang itu sulit. Jadi kalau ada yang mengaku menemukan titik temu, itu luar biasa," kata Emil.Karenanya, dia menyebut target sebelum lebaran, adalah terlalu optimistik. Pasalnya masih banyak hambatan yang harus dilalui. "Saya kira terlalu optimistik. (Keyakinan DPR) Itu gambaran dari sudut mereka. Dan belum tentu mencerminkan kesepakatan antar atau dengan pemerintah. Karena sulit mempertemukan zat adiksi nikotin digabungkan dengan kesehatan. Itu sulit ditemukan. Itu tugas yang saya rasa sulit menemukan kesepakatan," pungkas Emil.
Mantan menteri sebut RUU Pertembakauan rugikan kesehatan
Mantan menteri sebut RUU Pertembakauan rugikan kesehatan. Emil mengatakan, sebenarnya pemerintah masih mencari titik temu antara tembakau dan kesehatan. Dia tak yakin jika UU Pertembakauan akan disahkan setelah lebaran seperti yang dikemukakan oleh Ketua Pansus Pertembakauan Firman Soebagyo.
Rekomendasi