Presiden Joko Widodo mengajak seluruh rakyat Indonesia bersama-sama menghentikan penyebaran berita bohong dan hasutan. Berita-berita itu yang mengandung fitnah serta kebencian di media sosial. "Mari kita tunjukkan nilai-nilai kesantunan, nilai-nilai kesopanan sebagai budaya bangsa Indonesia," katanya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/6).Pada Senin (4/6), MUI mengeluarkan fatwa tentang Hukum dan Pedoman Muamalah Melalui Media Sosial. Ketua MUI Ma'ruf Amin mengatakan lahirnya fatwa Hukum dan Pedoman Muamalah Melalui Media Sosial bermula dari keresahan MUI terhadap kondisi media sosial masa kini. Media sosial sudah diwarnai berita hoax (bohong), fitnah, hujatan, dan ujaran permusuhan atas dasar suku, agama, ras, atau antar golongan."Kami lihat medsos ini di situ ada manfaat tapi ada juga dosa. Saya tidak berani (katakan) apa dosanya lebih besar atau menfaatnya lebih besar," kata Ma'ruf Amin di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.Ma'ruf mengakui, penggunaan media sosial bisa merusak dan menimbulkan bahaya bagi Islam dan kerukunan umat beragama. Kerusakan itu harus ditolak, bahaya itu harus dihilangkan. "Oleh karena itu, langkah yang kami ambil sesuai dengan kewenangan yang ada pada kami maka dikeluarkan fatwa muamalah melalui medsos," tandasnya.
Jokowi ajak rakyat Indonesia hentikan sebar berita bohong
Presiden Joko Widodo mengajak seluruh rakyat Indonesia bersama-sama menghentikan penyebaran berita bohong dan hasutan. Berita-berita itu yang mengandung fitnah serta kebencian di media sosial.
Advertisement
Rekomendasi