Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perkeretaapian melakukan inspeksi ke lintasan kereta api yang nantinya akan dilewati oleh para pemudik. Inspeksi ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun."Kegiatan ini adalah kegiatan tahunan," kata Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Prasetyo Boeditjahjono dalam perjalanan dari Bandung menuju Yogyakarta, Senin (22/5).Inspeksi ini dilakukan di dua jalur kereta api di Pulau Jawa, yakni jalur utara dan selatan secara bersamaan. Untuk Jalur utara dimulai dari Stasiun Gambir, Jakarta Pusat dan berakhir di Stasiun Jember, Jawa Timur. Sementara untuk jalur selatan dimulai dari stasiun Bandung, Jawa Barat dan berakhir di Stasiun Gubeng, Surabaya, Jawa Timur."Untuk lintas selatan dimulai dari Bandung dan berakhir di Gubeng, Surabaya."Inspeksi ini, menurut Prasetyo bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hambatan-hambatan selama angkutan lebaran tahun ini. Misalnya masih adanya wilayah yang rawan. "Misalnya sisa-sisa musim hujan, kita antisipasi," imbuhnya.
Inspeksi ini menggunakan kereta inspeksi yang terdiri dari dua rangkaian gerbong berisi 40 orang. Turut hadir dalam inspeksi ini para pejabat di lingkungan Ditjen Perkeretaapian, serta dari jajaran direksi PT Kereta Api Indonesia (PT KAI).Jalur-jalur yang dilewati adalah sepanjang jalur kereta lintas selatan, dimulai dari Bandung, Cipendeuy, Tasikmalaya, Banjar, Kroya, Purwokerto, Kutoardo, dan berakhir di Stasiun Yogyakarta untuk hari ini.Sementara untuk besok, Selasa (23/5), akan dimulai inspeksi dari Stasiun Tugu Yogyakarta, Solobalapan, Madiun, Kertosono, hingga berakhir di Stasiun Gubeng, Surabaya.Dalam inspeksi kali ini, rombongan berhenti di beberapa stasiun untuk melakukan dengar pendapat dengan para pejabat di stasiun setempat. Khusus di Stasiun Purwokerto, Dirjen Perkeretaapian memberikan arahan kepada para pejabat di Daop 5 serta jajaran pejabat di Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan yang ikut rombongan.Prasetyo menambahkan, angkutan mudik lebaran ini meskipun agenda tahunan tapi jangan dianggap enteng. Sehingga, meski tahun-tahun sebelumnya tidak ada insiden kecelakaan keretaapi, diharapkan pada musim lebaran tahun ini juga tidak ada insiden."Kalau tahun lalu zero accident, maka tahun ini juga harus zero accident," tutupnya.