Tawuran pelajar, Mendikbud minta kepala sekolah tanggung jawab

Tawuran pelajar, Mendikbud minta kepala sekolah tanggung jawab. Muhadjir mengingatkan, pelajar harus dipantau jangan sampai perilakunya membahayakan orang lain.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Tawuran pelajar, Mendikbud minta kepala sekolah tanggung jawab
Mendikbud Muhadjir Effendy. ©2017 Merdeka.com

Tawuran pelajar kembali marak belakangan ini. Terbaru, tawuran pelajar terjadi di Klaten, Jawa Tengah yang membuat tiga siswa terluka. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta kepala sekolah dan guru bertanggung jawab atas aksi tawuran pelajar.

"Jadi kalau ada kejadian seperti ini, walaupun itu terjadi di luar kelas atau sekolah, saya tetap meminta pertanggungjawaban guru terutama kepala sekolah. Harus selalu dipantau, jangan sampai anak-anak ini larut dalam euforia yang berlebihan usai kelulusan, agar perilakunya tidak membahayakan orang lain," ujar Muhadjir saat berkunjung ke Klaten, Kamis (4/5) pagi.

Mendikbud menuturkan, guru dan orang tua harus memperhatikan jeda waktu yang cukup lama antara fase kelulusan hingga ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau hingga mendapat pekerjaan. Hari-hari itu tergolong rawan bagi siswa untuk melakukan tindakan kriminal.

Karena itu disarankan pada pengelola sekolah untuk kembali memanggil siswa dan memberikan pembekalan.

"Bisa juga mengundang perusahaan atau penerima lapangan kerja. Agar mereka mereka bisa memberikan panduan bagaimana cara menulis lamaran kerja dan lainnya," jelasnya.

Rekomendasi