Beberapa hari terakhir, LPG 3 kg langka di Depok. Warga yang sehari-hari menggunakan tabung LPG melon ini sibuk mencari namun sangat sulit ditemukan. Hari ini, di depan Masjid Merah, Jl Tole Iskandar Sukmajaya, Depok digelar operasi pasar LPG 3 kg. Kegiatan ini langsung disambut warga dengan ramai-ramai mengantre.Operasi pasar juga digelar di 23 pangkalan secara serentak. "Kemarin saya nyari sampai ke Cilodong. Harga LPG melon yang tadinya Rp 16 ribu kalau beli di pangkalan, eh ini jadinya Rp 25 ribu," ujar Nur Hasanah, warga Depok, Kamis (6/4).Dia mengaku, kelangkaan LPG melon di Depok sudah sepekan. Padahal, kata dia, LPG melon dipakai untuk memasak makanan yang akan dia jual."Saya jualan makanan dan minuman kecil-kecilan. Kalau LPG langka gini ya saya susah. Mau buat makanan tapi LPG nya habis. Saya harap sih LPG nggak langka lagi. Kalau mau beli di pangkalan juga cuma dijatah satu LPG aja," terang warga Sukmajaya tersebut.Hal sama diungkapkan Iik. Warga Cimanggis itu mengaku kesulitan mendapatkan LPG melon."Saya malah denger nanti LPG melon warnanya enggak hijau lagi tapi pink. Gak tau deh bener atau nggak. Sudah beberapa hari ini susah juga dapat LPG melon," ucap Iik.Sementara itu, pemilik pangkalan Raja LPG, H Yaman mengatakan, dalam operasi pasar pihaknya membagikan 360 tabung LPG 3 kg. "Sesuai permintaan Pemkot maka digelar operasi pasar. Rencananya akan dilakukan selama 4 hari. Harga LPG melon Rp 16 ribu, dan warga hanya boleh membeli dua tabung saja. Ini untuk usaha mikro dan warga ekonomi menengah ke bawah," kata Yaman.Menyikapi kelangkaan LPG melon, Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna merasa perlu dilakukan operasi pasar. "Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat terlayani, bisa mudah dapatkan LPG melon. Untuk itu digelarlah operasi pasar serentak di seluruh Depok," kata Pradi.Menurut Pradi, setiap pangkalan menyediakan tabung LPG 3 kg sebanyak satu mobil truk. "Contohnya untuk yang kawasan di sini saja ada 560 tabung LPG melon yang di distribusi kan ke warga. Ada sekitar 20 truk tersebar di seluruh Depok," tukasnya.Dia berharap agar distribusi LPG melon tepat sasaran. Sehingga dia mengimbau kepada seluruh ASN di Pemkot Depok serta masyarakat ekonomi menengah dan ke atas agar tidak menggunakan LPG melon."Sebenarnya peruntukan LPG 3 kg ini untuk usaha mikro dan masyarakat ekonomi bawah. Tapi masih saya dengar ada warga mampu masih pake LPG melon ini. Ya ini himbauan moril ke masyarakat. Termasuk ASN juga seringkali kami imbau agar tidak menggunakan LPG 3 kg," tuturnya."Jika itu merugikan masyarakat banyak harus ditindak. Begitu pula jika Hiswana MiLPG menemukan adanya kecurangan dalam pendistribusian maka kami minta keteLPGan dari Hiswana," teLPG Pradi.
Warga Depok serbu operasi pasar LPG 3 kg setelah sepekan langka
Warga Depok serbu operasi pasar LPG 3 kg setelah sepekan langka."Kemarin saya nyari sampai ke Cilodong. Harga LPG melon yang tadinya Rp 16 ribu kalau beli di pangkalan, eh ini jadinya Rp 25 ribu," ujar Nur Hasanah, warga Depok, Kamis (6/4).
Rekomendasi