Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Rudy Sufahriadi menegaskan, pelaku bom di Poso pada Jumat (31/3) dini hari tadi bukan berasal dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso yang telah ditembak mati polisi beberapa waktu lalu. Sebab, kelompok tersebut dipastikan masih ada di hutan bukan di kota.
"Yang sembilan orang (kelompok Santoso cs) sudah dipastikan tidak ada di kota tapi di hutan," kata Rudy saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (31/3).
Rudy memastikan, bom paralon yang meledak di Tugu Bundaran, Jalan Sumatera itu dilakukan oleh kelompok lain. Itu teridentifikasi dari bahan material yang digunakan oleh pelaku bisa dibeli di kota salah satunya paku. Namun Rudy enggan membeberkan pemicu ledakan yang terdengar hingga lebih dari 5 km.
"Semua bahan material bisa dibeli. Jadi hanya ledakan saja suaranya keras, tidak ada menyebar kemana mana," ucapnya.
Untuk diketahui, Sebuah ledakan bom kembali terjadi di Tugu Bundaran Jalan Sumatera, Poso, Sulawesi Tengah pada pukul 04.15 WITA, Jumat (31/3). Ledakan itu pun terdengar hingga 5 km dari lokasi tempat kejadian.