Mapala tolak pembangunan pabrik semen di Kaltim karena merusak karst

Mapala tolak pembangunan pabrik semen di Kaltim karena merusak karst. Pemprov Kalimantan Timur mengeluarkan izin pabrik semen di perbukitan karst Kabupaten Berau dan Kutai Timur. Penolakan petani di Pati dan Rembang Jawa Tengah, sebagai gambaran pentingnya ekosistem Karst sebagai ruang hidup masyarakat.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Mapala tolak pembangunan pabrik semen di Kaltim karena merusak karst
Mapala Kaltim tolak pembangunan semen. ©2017 merdeka.com/nur aditya

Sekitar 100 mahasiswa pencinta alam (Mapala) menyuarakan penolakan eksploitasi karst dan pendirian pabrik semen di Kalimantan Timur. Selain orasi, mereka juga memajang foto ganasnya dampak kegiatan tambang di Kalimantan Timur.

Aksi hari ini sebagai tindaklanjut kesepakatan pertemuan 70 kelompok Mapala se-Indonesia yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan pada 28 Maret 2017. Mapala memutuskan ikut turun menyelamatkan kekayaan sumber daya alam Indonesia.

Dalam aksinya di Taman Samarendah, Mapala menggelar tenda dome menampilkan foto-foto ganasnya eksploitasi SDA tambang yang berada di dekat sawah warga di Samarinda, hingga mengeringnya sawah lantaran risiko tercemar limbang tambang batubara.

"Kami di Makassar tanggal 28 kemarin, memutuskan satu suara untuk penyelamatan Karst di Kalimantan Timur," kata anggota Mapala Fahutan Universitas Mulawarman Samarinda, Ibnu Abbas, di sela aksi, Rabu (29/3) siang.

"Keindahan karst di Kalimantan Timur di Sangkulirang dan Mangkalihat di Kutai Timur dan di Bidukbiduk kabupaten Berau, sedang terancam rencana kegiatan pendirian pabrik semen," ujar Abbas.

Saat ini warga Sangkulirang dan Mangkalihat, sebagian besar mata pencahariannya sebagai nelayan. Di kawasan itu juga terdapat hutan Mangrove yang sangat indah, sekaligus jadi tempat pertemuan air tawar dan air asin.

"Itu sangat unik dan indah, karena di sana ada endokarst yang bermuara pada sungai ke laut. Kalau karst tetap dihancurkan demi untuk pabrik semen, itu mengganggu perekonomian nelayan setempat," terang Ibnu.

Pemprov Kalimantan Timur mengeluarkan izin pabrik semen di perbukitan karst Kabupaten Berau dan Kutai Timur. Penolakan petani di Pati dan Rembang Jawa Tengah, sebagai gambaran pentingnya ekosistem Karst sebagai ruang hidup masyarakat.

"Pendirian pabrik semen, hanya membawa pengrusakan sumber penghidupan, yang selama ini mereka gunakan untuk kelangsungan hidup, dan putara ekonomi pertanian. Jadi sekali lagi, kami tegas suarakan Mapala tolak industri mematikan, tolak pabrik semen di Kaltim yang menghancurkan karst," demikian Ibnu.

Aksi teatrikal juga mewarnai aksi Mapala bersama dengan 15 organisasi mahasiswa dan pegiat lingkungan. Mereka juga menyebar selebaran kepada pengguna jalan, tentang potensi kerusakan karst Kalimantan Timur, dengan adanya pendirian pabrik semen.

Rekomendasi