Terbakarnya lima gudang pabrik bahan jadi pakaian ekspor tekstil PT Glory Textile di Pos 4 Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah tak lepas dari kacaunya sistem penanggulangan kebakaran di kawasan Lami Citra, Jalan Coaster VIII, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah.Hal ini diketahui saat Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu yang akrab disapa Ita mengecek lokasi kebakaran yang terjadi tepat berada di belakang kawasan obyek vital Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Indonesia Power, Kawasan Tambak Lorok, Kota Semarang.Ita datang sekitar pukul 21.45 WIB dan menyaksikan terjadinya kebakaran hebat. Awalnya Ita mendapat kabar bahwa PLTU Indonesia Power yang terbakar. Namun saat menemui pemilik PT Glory Textile, dia mengaku jika kebakaran terjadi diduga akibat hubungan arus pendek yang terjadi di sekitar lima bangunan gudang yang berisi ribuan pakaian siap ekspor tersebut."Saya kabar pertama kebetulan punya grup WA Pemkot Semarang. Dari Satpol PP dan Pak Rudy (Kepala Dinas Pemadam Kebakaran) saya telpon balik memang ada kebakaran di sini. Awalnya saya kira Indonesia Power (PLTU) yang kebakaran, ternyata gudang atau pabrik milik PT Glory Textile eksport. Ada gudang habis terbakar isinya raw material dan pakaian siap ekspor sudah jadi. Tadi saya tanya berapa yang terbakar jumlahnya mereka belum beri informasi," ungkapnya kepada merdeka.com semalam.Ita mengungkapkan salah satu penyebab tak maksimalnya pemadaman kebakaran di PT Glory Textile adalah kacaunya sistem pengamanan dan penanggulangan. Satu unit mobil pemadam kebakaran yang disiagakan di Pelabuhan Tanjung Emas, khususnya di Kawasan Industri Lami Citra tidak berfungsi."Ternyata di Lami Citra ini punya mobil pemadam tapi tidak berfungsi sehingga kami meminta kepada kepala dinas pemadam kebakaran untuk langsung membawa ke sini semua mobil armadanya. Kita ada 16 kita kerahkan. Apalagi infonya air di sini susah. Sehingga kita antisipasi dengan memakai air laut dan kita sudah minta bantuan pada PDAM dan Dinas Pemukiman, Perumahan dan Taman untuk membawa tangki-tangki air ke sini," ungkapnya.Termasuk pihak pengelola Pelabuhan Tanjung Emas tidak menaati aturan terkait ketersediaanya hydrant maupun peralatan untuk menanggulangi dan mengatisipasi terjadinya kebakaran juga tidak sesuai dengan ketentuan. Selain itu, saat kebakaran terjadi, kebutuhan air untuk memadamkan amukan si jago merah juga sulit sehingga mau tidak mau petugas pemadam kebakaran menggunakan air laut untuk memadamkan."Makanya tadi saya sampaikan ada aturan setiap 100 meter itu harus ada apar-apar ya hydrant tetapi enggak. Makanya tadi saya instruksikan kepada kepala pemadam kebakaran dinas besok atau mungkin yang akan datang, segera operasi supaya mereka taat. Ini apapun juga merugikan ya. Kita sudah wanti-wanti supaya mencegah tidak terjadi kebakaran di perumahan tetapi ini terjadinya di pabrik dan pabriknya ini sebelahnya di tempat vital, ini Indonesia Power ini yang harus dijaga betul jangan sampai melompat ke sana," ujarnya.Ita berharap puluhan petugas pemadam kebakaran bisa memadamkan api yang sampai malam tadi sekitar pukul 23.30 WIB belum juga bisa padam."Mudah-mudahan api cepat padam karena bahannya ini bahan mudah terbakar sehingga tidak selesai-selesai. Padahal kebakaran mulai jam 17.30 WIB sampai sekarang jam 21.00 an yah. Alhamdulillah tidak ada karena kondisinya libur. Tapi ini harus padam. Apalagi ini sebelah juga Indonesia Power. Mobil pemadam kita juga kita kerahkan untuk memproteksi tidak sampai merambat ke Indonesia Power. Apalagi anginnya ke sana semua. Ini yang kita takutkan akan saya tunggui sampai selesai, sampai padam," pungkasnya.
Wakil Wali Kota Semarang geram mobil damkar di Lami Citra tak fungsi
Saat mengecek pemadaman kebakaran di PT Glory Textile, ditemukan satu armada mobil damkar tak berfungsi. Selain itu juga susahnya mencari sumber air di lokasi, sehingga terpaksa menggunakan laut.
Advertisement
Rekomendasi