Warga Kampung Melayu, Jakarta Timur mengeluhkan parahnya banjir pasca peristiwa penggusuran di Januari 2016 lalu. Diketahui, beberapa hari belakangan ini intensitas curah hujan yang mengguyur ibu kota cukup tinggi. "Sebenernya banjir kali ini adalah yang paling parah sejak adanya penggusuran bulan Januari 2016 lalu. Bisanya sih sejak abis penggusuran, paling tinggi banjir cuman 40cm-an tapi sekarang malah sampai 1,5 Meter," ujar Ketua RT 11, Rahmawati saat ditemui di lokasi, Jakarta Selatan.Selain curah hujan yang tinggi, lanjutnya, banjir diakibatkan oleh pelebaran Kali Ciliwung. "Ini juga sudah 6 kali banjir sejak pelebaran. Tapi ya memang sejak dilakukannya proyek pelebaran Ciliwung besarnya banjir sudah tidak seperti dulu lagi hingga bikin rumah tenggelam," tuturnya.Saat ini, sebagian warga sudah mulai membersihkan rumahnya dari kotoran akibat banjir. Banjir setinggi sekitar 1,5 meter mulai menggenangi kawasan itu sejak Minggu (12/2) kemarin siang dan surut pukul 03.00 Wib.Sebelumnya, Pemprov DKI membongkar sejumlah bangunan yang terletak di Jalan Kampung Melayu Kecil 1 pada Januari 2016 lalu. Saat itu, terdapat 64 rumah yang dibongkar dan penghuninya direlokasi ke Rusun Cipinang Besar dan Pulogebang.
Warga Kampung Melayu keluhkan banjir makin parah sejak penggusuran
Warga Kampung Melayu keluhkan banjir makin parah sejak penggusuran. Sebelumnya, Pemprov DKI membongkar sejumlah bangunan yang terletak di Jalan Kampung Melayu Kecil 1 pada Januari 2016 lalu. Saat itu, terdapat 64 rumah yang dibongkar dan penghuninya direlokasi ke Rusun Cipinang Besar dan Pulogebang.
Advertisement
Rekomendasi