Anggota komisi I DPR RI Andreas Hugo Pareira meminta agar kubu Presiden ke-6 Republik Indonesia (RI) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk tidak berlebihan dalam menyikapi aksi unjuk rasa yang berlangsung di kediaman SBY. Bahkan, ia meminta agar SBY introspeksi penyebab mahasiswa mendemo rumah pribadinya."Saya kira, ya kalau kita bagian dari figur publik, pengambil keputusan di republik ini, ya berhadapan dengan hal seperti itu sudah biasa, bukan hal yang luar biasa," ungkapnya saat dikonfirmasi awak media, Selasa (7/2)."Ya mestinya beliau menjawab sendiri pertanyaannya. Mungkin ada orang yang tidak puas dengan apa yang dia sampaikan ke publik. Saya enggak tahu persis, beliau sendiri yang harus menjawab pertanyaan menganalisa kenapa orang mendemo saya," sambung Andreas.Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini juga mempertanyakan usul para pendukung SBY yang meminta agar pemerintah segera mengusut aksi ujuk rasa tersebut."Apa alasannya. Orang demo kok diusut," singkatnya.Saat ditanya soal keterlibatan kader PDIP dalam unjuk rasa itu, Andreas mengatakan demonstrasi merupakan hak warga negara untuk mengekspresikan pendapatnya merupakan hal yang biasa terjadi."Ya demo itu kan biasa. Ekspresi hak warga negara untuk menyampaikan pendapat kan hal yang biasa sekali. Kenapa jadi luar biasa. Ya yang demo itu kan mahasiswa, bagian daripada warga negara di republik ini, jadi hal yang biasa sekali. Kita di PDI Perjuangan tiap hari ada yang demo dikantor, enggak ribut-ribut tuh," pungkasnya.
Andreas Pareira: Kantor PDIP tiap hari didemo, nggak ribut-ribut tuh
Andreas Pareira: Kantor PDIP tiap hari didemo, nggak ribut-ribut tuh. Demonstrasi merupakan hak warga negara untuk mengekspresikan pendapatnya merupakan hal yang biasa terjadi.
Advertisement
Rekomendasi