RSUD Dr Moewardi akan berikan alat batu agar Sulami bisa mandiri

RSUD Dr Moewardi akan berikan alat batu agar Sulami bisa mandiri. Tim dokter mengakui jenis penyakit yang dialami Sulami sulit untuk disembuhkan. Penyakit yang dialami Sulami merupakan penyakit genetic atau keturunan.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
RSUD Dr Moewardi akan berikan alat batu agar Sulami bisa mandiri
foto tim dokter Sulami manusia kayu. ©2017 Merdeka.com

Tim Dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Moewardi terus berusaha memperbaiki kondisi Sulami (35) 'manusia kayu' asal Sragen, yang dirawat di Ruang Mawar sejak sepekan lalu. Kondisi Sulami, wanita yang mengalami sakit ankylosing spondylitis atau rematik sistemik sejak 20 tahun lalu tersebut kini berangsur membaik.Kendati demikian, tim dokter mengakui jenis penyakit yang dialami Sulami sulit untuk disembuhkan. Penyakit yang dialami Sulami merupakan penyakit genetic atau keturunan, yang dalam dunia kedokteran memang selama ini belum ada obatnya. Namun pihak RSUD Dr Moewardi tetap akan berusaha agar kondisi Sulami lebih baik dan bisa hidup lebih mandiri."Kami mengakui, jenis penyakit ini memang sulit disembuhkan total. Karena ini penyakit genetic, yang secara medis memang belum ditemukan obatnya. Tetapi kami akan berusaha secara maksimal agar kualitas hidup ibu Sulami lebih baik, sehingga bisa mengurangi ketergantungan pada orang lain," ujar Ketua Tim Dokter yang menangani Sulami, Arif Nurudin, Rabu (1/20).Noer Rachma, dokter spesialis rehabilitasi medik yang ikut menangani Sulami menambahkan, untuk membuat rileks kondisi pasien sehingga mempermudah proses rehabilitasi pihaknya memberikan obat-obatan khusus. Kondisi pasien yang mengalami kelakuan sendi dari atas sampai bawah, membuat pihaknya harus memberikan latihan khusus agar fungsi sendi bisa maksimal."Kita fokus ke program awal dulu, bagaimana memaksimalkan fungsi anggota tubuh yang ada, sehingga nantinya kegiatan sehari-hari bisa dilakukan sendiri. tentu dengan alat bantu yang kita siapkan. Ada program cara makan sendiri, kemudian bagaimana cara ke toilet dan lainnya. Semua akan mendapatkan support penuh oleh rumah sakit selama di rumah," jelasnya.Noer Rachma menambahkan, dengan kondisi Sulami yang gerakannya sangat terbatas itu, membuat proses ambulasi atau transfer dari tempat tidur ke tempat duduk juga sulit. Ke depan pihak rumah sakit akan membuatkan modifikasi tempat tidur atau meja dan peralatan makan atau lainnya agar memudahkan pasien melakukan kegiatan."Kalau basanya Bu Sulami ini berjalan menggunakan tongkat, itu berbahaya, terutama kalau jatuh. Nanti kita akan gunakan tongkat berkaki empat agar lebih balance sehingga posisinya lebih aman dan tidak jatuh. Kita akan buatkan bed atau meja modifikasi yang bisa membuat posisi tidur ke berdiri lebih mudah. Kemudian modifikasi sendok atau garpu dengan tongkat yang lebih pas. Kekakuan rahang bawah akan coba kita atasi dengan latihan rahang bawah dan atas. Agar dia bisa mengunyah dengan baik," urainya."Selain itu, kami juga menyiapkan khusus lainnya agar pernapasan bisa berfungsi secara optimalkan. Keseluruhan program akan dilakukan dan dipraktikkan dirumah, sehingga pasien tidak mengalami ketergantungan pada orang lain. Kasihan neneknya yang selama ini merawat juga sudah tua. Kita perbaiki kondisi umum dulu, asupan makannan, gizi juga kita terus perbaiki," pungkas Arif Nurudin.

Rekomendasi