Penghentian kerja sama militer tak pengaruhi bilateral RI-Australia

Penghentian kerja sama militer tak pengaruhi bilateral RI-Australia. Wiranto membenarkan penghentian kerjasama militer kedua negara dikarenakan adanya kasus yang menyinggung kehormatan Indonesia pada bulan November 2016.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika - Reporter
Penghentian kerja sama militer tak pengaruhi bilateral RI-Australia
Wiranto. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Menko Polhukam Wiranto mengatakan, telah mendapatkan laporan dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi terkait penghentian sementara kerjasama militer antara Indonesia dengan Australia. Wiranto menegaskan, penghentian sementara kerjasama militer bukan berarti mengganggu hubungan bilateral antar kedua negara. "Masalah tersebut tidak akan mengganggu hubungan bilateral kedua negara yang telah berjalan baik selama ini, dalam hal ini telah ditekankan oleh presiden dengan penjelasan kepada media pagi tadi," kata Wiranto dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (5/1). Wiranto membenarkan penghentian kerjasama militer kedua negara dikarenakan adanya kasus yang menyinggung kehormatan Indonesia pada bulan November 2016. Namun, kata dia, penghentian bukan berarti memutus kerjasama di bidang militer secara menyeluruh. "Penghentian kerjasama tersebut hanya bersifat sementara, dan akan dilanjutkan kembali setelah pihak Australia telah melakukan langkah-langkah penyelesaian dari kasus yang terjadi," kata dia. Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengungkapkan alasan penghentian kerja sama militer antara Indonesia dengan Australia. Menurutnya, ada hal tidak etis dilakukan Australia sehingga harus diambil langkah tersebut.Dalam perjanjian itu ada pertukaran, TNI AD mengirimkan seorang perwira di special air service regiment. Pada saat mengajar ditemukan hal tidak pantas sebagai negara sahabat yang mendiskresikan TNI dan bangsa Indonesia, bahkan ideologi bangsa Indonesia."Terlalu menyakitkan sehingga tidak perlu dijelaskan. Tentang tentara yang dulu, Timor Leste, Papua juga harus merdeka dan tentang Pancasila yang diplesetkan jadi Pancagila," tegas Gatot di Hotel Bidakara, Kamis (5/1).Menurut Gatot, hal itu sudah masuk kurikulum para siswa sejak lama. "Tidak benar. Dari situ maka saya tarik guru tersebut dan saya hentikan dulu," tegasnya. Gatot juga menjelaskan bagaimana pendidikan bagi para prajurit di TNI. Setiap tentara dalam pendidikan, kata Gatot, ada doktrin agar sangat mencintai ideologi bangsanya. "Dengan demikian maka dia siap untuk mengorbankan jiwa raga untuk menghadapi apapun juga," tandasnya.

Rekomendasi