Musibah terjadi di Jalan KH. Noer Alie, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Tangga darurat di Tower Emerald North, Apartemen Grand Kamala Lagoon runtuh dari lantai 32 ke lantai dasar. Seorang pekerja bernama Fajar Sidiq (21) dilaporkan tertimpa reruntuhan dan untuk mengevakuasi dibutuhkan waktu berjam-jam.Apartemen milik PT. PP Properti itu mulai dibangun sejak 2014, diresmikan Menteri BUMN, Dahlan Iskan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Berdasarkan penelusuran merdeka.com, proyek dengan konsep super blok (mixed use development) yang digarap oleh PT. PP Properti itu dikembangkan di area seluas 30 hektar. Kawasan itu disebut-sebut menjadi yang terbesar di Bekasi.Nilai investasi proyek tersebut terbilang fantastis, yakni sebesar Rp 11 triliun. Di area kawasan itu bakal terdapat mal, gedung perkantoran, hotel, rumah sakit, sekolah internasional, ruko, dan apartemen. Targetnya, rampung pada 2035 mendatang.Perusahaan sempat bersitegang dengan otoritas pembangunan tol Becakayu setelah jalan tol bebas hambatan itu dilanjutkan pembangunannya. Sebab, jembatan layang yang dibangun PT. PP bertubrukan dengan rencana tol Becakayu. Alhasil, pihak perusahaan mengalah, jembatan tak sampai melintas di atas Kalimalang.Perwakilan perusahaan pada bagian keamanan kerja, Priyo Leksono mengatakan, saat ini baru ada dua proyek yang dikerjakan. Yakni dua tower apartemen. Masing-masing baru rampung 60 persen, dan 20 persen."Sementara dihentikan di lokasi kejadian runtuhnya tangga darurat," katanya, Rabu (4/1).Peristiwa runtuhnya bermula ketika pekerja baru saja menyelesaikan pemasangan tangga darurat yang menghubungkan tangga di lantai 32 ke lantai 33. Karena efek domino, sehingga menyebabkan semua tangga di bawahnya ikut runtuh tertimpaa.Banyaknya material yang harus dibersihkan membuat proses pencarian korban cukup lama. Sebab material itu cukup banyak, yaitu berasal dari tangga darurat mulai lantai 32 hingga ke lantai dasar."Medannya juga cukup sempit, hanya 6X3 meter. Sementara dari lantai dasar hingga ke lantai empat penuh dengan material," kata Kasi Pengendalian Kebakaran dan Bencana pada Dinas Pemadam Kebakaran DKI, Gatot Sulaiman.Menurut dia, pendeteksian awal menggunakan alat termal korban berada di antara lantai dasar dan lantai satu. Hanya saja, sejak pukul 07.00 WIB, korban sudah tak terdengar suaranya. Padahal sebelumnya masih ada respons dan suara teriakan minta tolonga.Petugas gabungan sebanyak 20 orang dengan berbagai peralatan berusaha mengangkat material. Material berupa beton dan baja diangkat menggunakan seling lalu dikeluarkan dari ruangan tersebut.Sempat terjadi kericuhan saat Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu ingin melihat lokasi runtuhnya tangga darurat tersebut. Awalnya beberapa petugas Satpol PP datang an pejabat, hanya saja diadang petugas keamanan. Sempat terjadi adu mulut antara petugas keamanan dengan aparatur pemerintah.Tak lama kemudian, rombongan wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu tiba di lokasi bersama dengan sejumlah pejabat. Rupanya, orang nomor dua di Kota Bekasi itu juga tak bisa masuk, karena diadang satpam yang sudah berkumpul sejak peristiwa itu terjadi. Adu mulut pun semakin keras.Syaikhu akhirnya diperbolehkan masuk setelah ada perwakilan dari perusahaan menemui. Berbekal sejumlah peralatan pengaman, Syaikhu menuju ke lokasi runtuhnya tangga dari lantai 33 hingga ke lantai dasar.
Musibah robohnya tangga darurat proyek apartemen terbesar di Bekasi
Nilai investasi proyek tersebut terbilang fantastis, yakni sebesar Rp 11 triliun. Di area kawasan itu bakal terdapat mal, gedung perkantoran, hotel, rumah sakit, sekolah internasional, ruko, dan apartemen. Targetnya, rampung pada 2035 mendatang.
Advertisement
Rekomendasi